REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Hal tersebut disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko, Syafriadi, SKM., M. Kes yang mengakui hingga kini Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Mukomuko masih menyisakan utang sekitar Rp 7 miliar, sejumlah utang tersebut merupakan sisa utang yang telah terbayar atau diselesaikan.
‘’Kami sekarang diibaratkan jadi tukang tambal utang periode lalu. Sekarang utang BLUD RSUD Mukomuko yang mesti diselesaikan masih tercatat sebesar Rp 7 miliar,’’ ungkapnya.
Periode pemerintahan sebelumnya, kata Syafriadi, BLUD RSUD Mukomuko terbelit utang yang cukup besar kepada mitra kerja. Termasuk utang obat kepada pihak perusahaan pemasok obat pada RSUD Mukomuko.
“Akibat besarnya utang, kepercayaan mitra kerja terhadap RSUD berkurang, sehingga mengakibatkan layanan kepada masyarakat pun berkurang,” paparnya.
Seperti pada tiga tahun belakangan ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko menjadi sasaran keluhan masyarakat, karena disebabkan kurangnya layanan.
“Untuk menutupi kebutuhan obat bagi pasien saja, terkadang tidak tersedia, berakibat selama ini RSUD kita sering mengalami kekurangan obat, penyebab utamanya persoalan utang yang belum terbayar kepada pihak mitra pemasok obat. Ini yang kami upayakan, untuk mengembalikan kepercayaan mitra,’’ ulas Syafriadi.
Untuk membangkitkan kepercayaan publik terhadap layanan RSUD Mukomuko, kata Syafriadi, pihaknya terus melakukan upaya-upaya. Terutama berusaha semaksimal mungkin membayar utang BLUD RSUD.
Selama kepemimpinannya, kata Syafriadi, di tahun 2023 lalu telah melakukan pembayaran utang BLUD RSUD Mukomuko sebesar Rp1.395.610.000.
Kemudian, katanya, di tahun 2024 ini, sampai dengan bulan Agustus lalu juga telah dilakukan pelunasan utang BLUD RSUD Mukomuko sebesar Rp500 juta.
‘’Untuk membangkitkan kembali kepercayaan mitra dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD, kami terus berupaya membayar tunggakan utang, meskipun dengan cara mencicil,’’ jelasnya.
Berangkat dari upaya pelunasan utang tersebut, saat ini layanan pasien pada RSUD Mukomuko mulai membaik.
‘’Alhamdulillah, dengan upaya yang kita lakukan, setahap demi setahap pelayanan pasien di rumah sakit mulai membaik. Untuk sekarang ini, soal obat bagi pasien BPJS tiada lagi istilah bayar atau didapatkan dari apotek luar,’’ tegas Syafriadi.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: Mukomuko
-
Polres Bogor Gelar Patroli KRYD Lintas Sektotal, Situasi Aman dan Kondusif
-
Polemik Jiwasraya Vs Karyawan Berujung Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak
-
Dinas Peternakan Kabupaten Asahan Menjalankan Program Vaksinasi PMK Terhadap Ternak Warga
-
Erick Thohir: BUMN Komitmen Lakukan Hilirisasi Batu bara
-
Wapres Harapkan Masterplan Industri Halal Indonesia Masuk Agenda Pembangunan Nasional
-
Duka Mendalam, Berangkat Dari Karo Sigantang Sira Masuk Sungai Di Dairi
-
Mendagri Dukung Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara yang Berintegritas
-
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Bahar bin Smith, Polisi Periksa 50 Saksi dan 6 Barang Bukti
-
Kejati Sumatera Selatan Sita Aset Yayasan Batang Hari Sembilan di Jalan Mayor Ruslan Palembang
-
Polsek Parung Amankan Terduga Pelaku Penipuan dan Penggelapan Angkot

