REAKSIMEDIA.COM | Tangerang – Yayasan Puspa Indah Mitra Creative sekian kalinya menyelenggarakan Workshop Bahasa Isyarat dengan tema “I Hear You” untuk mengajak masyarakat menjadi BERARTI (Berempati Sepenuh Hati) untuk belajar bahasa isyarat. Penyelenggaraan workshop memiliki latar belakang masalah yang terjadi dimana masih banyak “masyarakat dengar” yang belum paham dan bisa bahasa isyarat teman tuli.
Workshop Bahasa Isyarat ‘I Hear You’. diselenggarakan pada hari Sabtu 25 Februari 2023, Jam 10.00 – 14.00 WIB di Bintaro Jaya Xchange.
Workshop dengan tema “I Hear You” di buka Bapak Benyamin Davnie Walikota Tangerang Selatan dengan permainan Drum.
Pada kesempatan ini Bapak Benyamin Davnie Walikota Tangerang Selatan, Ketua Yayasan Puspaindah Ibu Sri Rahayu dan Pembina Yayasan Puspaindah Ibu Lia Sekar Mulia bersama dengan Ibu Nurasia Uno berkenan menyematkan secara simbolis PIN Duta Difapreneur kepada Ibu Lista Hurustiati SH MH Ketua tim fasilitasi CSR Tangsel, Raslina Rasyidin Duta Peduli Difabel, Ita Purnamasari Artis Penyanyi & Pemerhati Sosial, Sylvana Herman, NAZ3 Vocal adik-adik dari Komunitas Musisi Perempuan SISTERHOODGIGS yang sudah
ke dua kalinya mensupport acara I HEAR YOU…
“Alhamdulillah” pagi menjelang siang ini satu sisi Indonesia bisa kita tampilkan apa yang sudah tadi kita lihat bersama-sama adalah sebuah anugerah yang luar biasa yang harus kita tunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada yang tidak mungkin ketika usaha keras kita lakukan hari ini, secara kuantitatif komunitas difabel memang cukup terbilang besar termasuk di kota Tangerang Selatan badan PBB untuk kesehatan dunia yaitu WHO menginformasikan bahwa komunitas difabel dunia mencapai angka 1 milyar lebih atau 15% dari total penduduk dunia eksistensi komunitas difabel ini dijamin oleh undang-undang, ujar Benyamin Davnie dalam pidato pembukaan Workshop Bahasa Isyarat dengan tema “I Hear You” Sabtu, 25 Februari 2023.
Lebih lanjut Benyamin menerangkan
“khususnya bagi kita di Indonesia” misalnya dapat dilihat dalam undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas difabel dalam undang-undang tersebut diistilahkan dengan disabilitas dalam undang-undang itu disebutkan bahwa negara memberikan penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas jika diamati secara seksama undang-undang tersebut menjadi alas hukum yang kuat bahwa tindakan diskriminatif terhadap komunitas difabel sesungguhnya tindakan melawan hukum pemerintah senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat disabilitas mulai dari mengupayakan pendidikan yang inklusif sehingga meningkatkan aksesibilitas masyarakat, disabilitas melalui penyediaan infrastruktur yang memakai pemerintah kota Tangerang Selatan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh “Yayasan Puspa Indah Mitra Creantive” yang sudah luar biasa mensupport teman-teman dan putra-putri difabel kita dengan program-program yang luar biasa.

Bunyamin Davnie menegaskan “kami dari pemerintah kota Tangerang Selatan juga beberapa pegawai kami rekrut dari komunitas difabel ini disabilitas ini kemudian di beberapa kegiatan anak-anak muda kita sudah dirintis usaha ekonomi kreatif yang dilakukan oleh teman-teman dari kaum disabilitas ini ada satu restoran yang 90% karyawannya adalah para tuna tuli, kemudian dipandu oleh beberapa orang dan “Alhamdulillah” mengalami kemajuan yang sangat pesat, pungkasnya.
Empok Nurasia mewakili Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia
“Teman-teman disabilitas” ini mempunyai tantangan tersendiri baik di lingkungan masyarakat maupun di dunia kerja hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain tidak tersedianya aksessibilitas di lingkungan kerja, kesenjangan sosial serta latihan pendidikan yang tidak inklusif workshop “I Hear You” yang diadakan oleh Yayasan Puspa Indah Creative hari ini adalah langkah nyata dalam memperluas kesempatan penyandang tunarungu dan tuna wicara dalam berkomunikasi sehingga tidak hanya terbatas hanya sesama penyandang tunarungu dan tuna wicara saja namun dapat juga terjadi komunikasi dengan orang yang mempunyai pendengaran normal.
Semakin luasnya untuk berkomunikasi semoga kesempatan dan peluang kerja penyandang disabilitas ini juga semakin luas tentunya dan terbuka dengan dukungan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta partisipasi partisipasi perusahaan yang menyediakan fasilitas-fasilitas ramah disabilitas kami berharap penyerapan tenaga kerja untuk penyandang disabilitas semakin terbuka luas dan bertambah, pungkasnya.
Velly Kristanti
Ketua Panitia Workshop “I Hear You” saya tidak bisa mengungkapkan bahagianya hari ini, ini adalah event kedua, terima kasih bu Nurasia mewakili pak Sandi, pak Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, alhamdulillah sudah kedua kalinya meresmikan atau membuka acara ini.

Acara ini terinspirasi ketika teman-teman tuli bilang kita berusaha mempelajari bahasa teman-teman dengar dengan bahasa apa bicara membaca tapi kok teman-teman dengar enggak mau belajar bahasa kita ya, ungkapnya.
Pembina Yayasan Puspa Indah Ibu Lia Sekar Mulia menjelaskan “Akhirnya Yayasan Puspa Indah” menggagas dan mengajak masyarakat untuk bisa mengenal bahasa isyarat dan mau belajar bahasa isyarat makanya waktu kelas pertama kemarin itu yang akhir you part 1 itu pesertanya membludak, disini kebetulan tempatnya besar, nah yang ini part 2 nya mungkin di sini peserta banyak tapi mungkin pengunjung insya Allah bisa melihat banyak bahwa inilah bahasa isyarat teman-teman tuli yang kita harus bisa pelajari dan kita bisa dengar supaya kita juga bisa mengerti bisa berkomunikasi dan bisa paham dengan teman-teman tuli, ujarnya.
Para Teman Tuli Berprestasi hadir dan memotivasi kita semua sebagai Mentor Bahasa Isyarat dalam acara ini ada Tri Erwinsyah Putra Tokoh Muda Tuli Berprestasi, Barista Tuli pertama, pemecah record MURI, Nabil Rahmadi yang Muda Tuli Berprestasi, Barista, Ketua DPC GERKATIN TangSel, Nancy Vivienne Pengurus DPC GERKATIN Tangsel, Pengurus DPD Gerkatin Banten, Senior Tuli, Andi Nadaa Nafisaa Freelance filmmaker, pengurus PUSBISINDO Banten, Michelle Stella Koordinator PUSBISINDO BANTEN, Gheta Pengurus DPC GERKATIN TangSel, Pengurus DPD GERKATIN Banten, Pengurus PUSBISINDO Banten, Intan Konsultan Jafra, Bekerja di KEMENKOMINFO, Adhika Prakoso Guru PUSBISINDO Banten & Co-Founder Kopi Tuli dan masih banyak lagi teman-teman Tuli berprestasi lainnya.

Acara semakin berwarna dengan dukungan Para Volunteer kita, ada Amelia Volunteer
Muda Berempati tinggi Mahasiswa Universitas Nasional Jakarta- UNJ, Gabriel Mahasiswa UNTIRTA yang juga aktif sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI), Teman Musisi Perempuan SISTERHOODGIGS yang diwakili oleh NAZ3 Vocal, MC kita Lina Aliyah dan Sandika, Dewi yang juga pemerhati Sosial dan masih banyak lagi Volunteer-Volunteer Muda yang
tergabung dalam Yayasan Puspa Indah Mitra Creative.
Unjuk Aksi Potensi Teman Austis I’M STARS BAND dan ZEROTEN, juga Penyanyi Netra
Campur Sari Maniso semakin meramaikan suasana acara kali ini di Panggung Main
Atrium Bintaro Xchange Mall.
Laporan : Ria Satria
Tags: tangerang
-
Mohon Didoakan, Iwan-Sudirman Ikuti Tahapan Kesehatan Syarat Calon Bupati Dan Wakil Bupati
-
Pemerintah Prancis Puji Gerak Cepat Polri Tangkap Penjambret Warganya
-
Polda Jabar Buka Nomor Hotline Untuk Penanganan Kasus Vina Cirebon
-
Kapolres Pinrang Pimpin Apel Pagi, Ajak Anggota Jaga Integritas dan Citra Polri
-
Bentuk Penghargaan Pelaku Usaha Di Kabupaten Pinrang, Pemerintah Kabupaten Pinrang Melalui Dinas PMPTSP Menggelar Investment Award
-
Peringatan Detik Detik Proklamasi Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke 80, Ratusan Warga Ikuti Upacara di Kecamatan Air Manjuto
-
Baznas Kabupaten Bogor Sabet Sejumlah Penghargaan dari Baznas Jabar
-
Kemendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah Awasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
-
Kapolres Bogor Laksanakan Patroli Pengecekan Keamanan Gereja di Malam Misa Natal Dalam Operasi Lilin Lodaya 2023 Wilayah Kabupaten Bogor
-
Potensi Lonjakan Wisatawan Harus Diantisipasi dengan Langkah yang Tepat

