REAKSIMEDIA.COM | Bukittinggi – Tanggal 20 Oktober 2021 berakhirnya penerimaan calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2021-2022, dan berdasarkan data yang diterima panitia mahasiswa baru bahwa yang mendaftar Calon Mahasiswa Baru (camaba) berjumlah 3000 orang, dan sedangkan yang sudah mendaftar ulang kurang lebih 1150 orang. Dan kita optimis angka 1550 untuk mahasiswa baru, demikian ujar Rektor UMSB Dr. Riki Saputra.
Ditambahkannya lagi, Rektor yang termuda untuk perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia, mengatakan, bahwa angka mahasiswa baru itu sesuai dengan kapasitas ruangan dan lokal yang dimiliki oleh UMSB.
Dan seandainya Covid-19 ini sudah melandai untuk perkuliahan sudah dibolehkan oleh kementerian terkait untuk full secara tatap muka. Maka kita menyesuaikan kapasitas lokal yang dimiliki, yang artinya bahwa UM Sumbar dari tahun ke tahun disaat Pandemi Covid-19 selama dua tahun ini, jumlah mahasiswa kita mengalami kenaikan, walaupun jumlah kenaikan itu tidak terlalu signifikan, tetapi ini sebuah kehormatan bagi UMSB disaat Pandemi masih dipercaya oleh masyarakat untuk mendapatkan tempat untuk menitipkan anak, kemenakan, cucu dalam mengikuti perkuliahan di UMSB, yang tersebar di empat kota, yaitu Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh.
Dari uraian sang Rektor yang penuh energik, mengatakan bahwa dari ke empat kota, bahwa UMSB memiliki 12 Fakultas, termasuk Pasca Sarjana, 26 program studi, dan Alhamdulillah akreditasi sudah mencapai Rangking Baik (B).
Dalam uraiannya, Riki Saputra sampaikan tanggung jawabnya selaku pucuk pimpinan di UMSB, secara akademik untuk mencetak sarjana yang berperadaban dan berkeilmuan terintegrasi, intelektual dalam persoalan moralitas, dan ini tercermin dalam bentuk Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dengan nada yang semangat sang rektor inipun memberikan ulasan bahwa UMSB memberikan bentuk ragam beasiswa dengan sangat royal untuk menentukan beasiswa, karena UMSB memang merupakan amal usaha yang sifatnya berangkat dari Teologi Al-Ma’mun atau sosial profeet dan bukan profeet oriented, yang mana dalam tahun ini, dalam masa Pandemi ekonomi jatuh dan sudah tentu UMSB berkewajiban memperuntukan beasiswa yang sangat membantu anak dalam meraih prestasi.
Dengan adanya beasiswa ini, walaupun terhalangi oleh ekonomi, namun harapan kami dengan memberikan bantuan beasiswa akan terbantu meringankan beban pendidikan. Beasiswa yang diberikan tersebut adalah beasiswa Persyarikatan Pandemi yang di alokasikan untuk 500 orang, dengan SPP gratis sampai tamat hingga 8 semester.
Dilain sisi, keterangan rektor, bantuan yang diberikan kepada UMSB mendapatkan alokasi bantuan pemerintah berupa KIP untuk 150 orang.
Dengan bantuan beasiswa Pandemi inilah bentuk salah satu tanggung jawab moril UMSB yang murni dari dana UMSB, bagaimana masyarakat itu bisa kuliah, tanpa ada batu sandungan ekonomi.
Dalam penegasannya bahwa UMSB dalam masa traspormative infrastruktur, dimana dari empat kota ini sudah 70 persen dilakukan pisik bangunan yang ada unsur milenial futuristik dengan harapan mahasiswa aman, nyaman, ketika mengikuti kuliah.
Dengan jumlah mahasiswa 1250 yang bisa ditampung hingga saat ini dan harapan kedepannya bisa menampung Kuota mahasiswa setiap tahun 1.800 orang mahasiswa, dengan penambahan lokal seperti untuk kampus Bukittinggi 30 lokal, Padang 60, Payakumbuh 15, Padang panjang 10 lokal, dengan tujuan agar tidak terhalang camaba ingin masuk ke UMSB.
UMSB, saat ini sudah memiliki 250 dosen yang terdiri dari dosen tetap PNS/DPK, dosen persyarikatan, dengan yang bergelar doktor 40 orang, dan 30 yang sedang doktor dan 1 guru besar, selebihnya Master.
UMSB tahun 2021 untuk tingkat Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, memperoleh peringkat terbaik 1 dalam hal penerima penelitian dan pengabdian masyarakat.
Begitu juga mahasiswa UMSB. Disamping itu pula untuk mahasiswa UMSB mendapatkan juara 1-3 ditingkat Sumbar/Nasional. Salah satunya duta bahasa, dan dari mahasiswa tersebut salah satunya dari FKIP dan Teknik untuk mengikuti lomba Mis Muslimah atau Puteri Muslimah.
Dalam uraian yang disampaikan oleh rektor, bahwa UMSB untuk tingkat Perguruan Tinggi Swasta masuk dalam kategori 3 terbaik dan sepuluh besar dalam empat Provinsi.
Kemudian untuk dari 165 perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia, UMSB termasuk pada kategori kluster 2.
Terakhir dalam wawancara yg disampaikan, bahwa harapan dari Rektor adalah Pertama, sangat mengapresiasi, dan terima kasih kepada masyarakat Sumbar dan luar Sumbar, karena pada tahun ini, ada 11 Provinsi mahasiswa yang masuk ke UMSB, dengan kepercayaan sepenuhnya ini dari masyarakat untuk menitipkan anaknya mengikuti pendidikan dibangku kuliah, kedua kampus UMSB bersifat inklusifitas terbuka, maka kita siap untuk menerima masukan dari masyarakat untuk kemajuan UMSB, ketiga doakan kami sebagai pemegang amanah dalam lembaga pendidikan yang bertanggung jawab untuk mencetak generasi yang intelektual, islami, religius dengan selalu melakukan pengembangan, baik secara akademik atau non akademik, dan yang ke empat bersama maju dengan perguruan tinggi swasta lainnya untuk bisa mencetak generasi yang berkeadaban.
Laporan : Dodi Surya
Tags: Bukittinggi
-
Korban Dukun Pengganda Uang Bertambah Lagi, Ini Fakta yang Diungkap Polres Magelang
-
Kapolres Probolinggo Sayangkan Aksi Provokatif dan Anarkis Massa Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo
-
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Hadiri SMK Yasti Gelar Sosialisasi Literasi Digital
-
Polres Pinrang Terima Kunjungan Tim Birorena Polda Sulsel Dalam Rangka Supervisi Anggaran Sumber PNBP T.A 2024
-
Menko AHY Apresiasi Kinerja Kementrans dalam Transformasi Transmigrasi 2026
-
Warga Masyarakat Serbu Gebyar UMKM, Kolaborasi Lanud Sultan Hasanuddin Dan Kabupaten Maros
-
BLT DD Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Dimasa Pandemi
-
Polda Sulsel akan Tindak Tegas Oknum yang Lakukan Pungli
-
Peletakan Batu Pertama Oleh Kapolres Pinrang Pada Program Bedah Rumah Dalam Rangka Hut Bhayangkara ke 78
-
Selain Kunker ke Polsek, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Gowa Berikan Bansos Ke Warga





