Yon Arhanud 13/PBY Integrasikan Alutsista Pertahanan Udara di YTP R-100/PS

REAKSIMEDIA.COM | Simalungun – Perang modern tidak akan lepas dari air supremacy dan air superiority, selama keduanya belum diraih pasukan darat sehebat apapun tidak dapat bermanuver.

Peran Artilery pertahanan udara sebagai First line of defense adalah meniadakan dan mengurangi ancaman udara, sehingga dapat merebut air supremacy dan air superiority serta memberikan perlindungan udara pasukan YTP 100.

Menembakkan senjata canggih seawal mungkin ‘first to fire’ sebelum pesawat tempur musuh melepaskan bom nya, merupakan tantangan bagi prajurit baterai Rudal Starstreak Yonarhanud 13 sebagai bagian dari YTP 100. Senjata yang baru saja diterima tanggal 25 November tahun 2020 ditembakkan pertama kali pada tanggal 15 Oktober 2021 kemarin dalam rangka melindungi pasukan darat YTP 100 sesuai prioritas.

Tidak hanya alutsista yg handal tapi perlu juga awak operator yang handal sebagai “first class gunner”. Alutsista baru harus diawaki personel yang mahir baik, secara tehnis dan taktis sehingga Center of Gravity yang diprioritaskan aman dan mendukung pasukan manuver darat.

Hal ini disampaikan Danyonarhanud 13/PBY Letkol Arh M. Nahruddin Roshid kepada awak media pada Jumat, (22/10/2021).

Latihan yang digelar mulai tanggal 16 s.d. 26 Oktober 2021 ini, merupakan latihan puncak antar kecabangan prajurit Kodam I/BB termasuk terlibat di dalamnya baterai Arhanud dari Yonarhanud 13/PBY Pekanbaru.

Dengan mengintegrasikan beberapa Alutsista, Kodal dan Fungsi Pertahanan Udara, dengan tujuan meningkatkan kemampuan prajurit dan satuan Arhanud dalam melaksanakan prosedur teknis dan taktis serta menembak sasaran udara secara terintegrasi.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan kita di dalam suatu operasi, ” pungkasnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga:  Air Minum dan Sanitasi Jadi Kebutuhan Warga, Menteri PUPR Tekankan Fungsi Pentingnya Kurangi Kemiskinan dan Stunting

Laporan : Suryadi
Sumber : Pendam I/BB

Tags: