REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Andri Tedjadharma, pemegang saham sekaligus komisaris Bank Centris Internasional (BBO/Bank Beku Operasi), melalui kuasa hukumnya I Made Parwata SH, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu.
Dalam gugatan yang diterima PN Jakpus dengan nomor perkara 171/Pdt.G/2024/PN.Jkt.Pst., Andri Tedjadharma menuntut Kemenkeu sebagaiĀ tergugat I dan Bank Indonesia sebagai tergugat II, untuk membayar kerugian yang dialaminya belasan Trilyun rupiah.
Sidang perkara perbuatan melawan hukum dengan tergugat I Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sebagaiĀ tergugat II ini, akan digelar perdana pada Senin, 25 Maret 2024.
Andri Tedjadharma selaku penggugat mengungkapkan bahwa dirinya maupun Bank Centris Internasional bukanlah obligor BLBI. Bank Centris Internasional tidak pernah menerima pinjaman atau bantuan dari Bank Indonesia.
“BCI tidak pernah berhutang, apalagi saya secara pribadi,” tegas Andri kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di Kantornya di Jakarta, Senin (18/3) kemarin.
Selanjutnya, ditanya apa alasan dia menggugat Kemenkeu dan BI, Andri menjawab untuk melihat dan mendengar di persidangan di PN Jakarta Pusat, Senin mendatang.
Laporan : Ria Satria
Tags: jakarta
-
Cegah Stunting, Pemdes Suka Pindah Berikan PMT Untuk Balita dan Ibu Hamil
-
Wabup Hadiri Pengajian Akbar dan Halal Bi Halal BKMT Pinrang
-
Bupati Kembali Ingatkan OPD Bekerja Iklas Tingkatkan Vaksinasi di Aceh Timur
-
Resmi Ditutup! TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore Hadirkan Perubahan Nyata bagi Masyarakat
-
Berlaku Mulai Januari 2022 Di Kepri, Pemilik Kendaraan Yang Belum Balik Nama Bisa Ditilang
-
Menangkan Kompetisi Global, Wapres Dorong Lulusan UBL Ciptakan Inovasi yang Bermanfaat bagi Masyarakat
-
Kunjungan ke Maluku, Menteri ESDM Pastikan Listrik PLN di Indonesia Timur Andal Hadapi Nataru
-
Polri Ungkap Keberhasilan Amankan World Water Forum ke-10 di Bali
-
Polsek Sunggal Cokok Preman Pelaku Pungli
-
Polres Banjarnegara Cek Peternak dan Pasar Hewan Antisipasi Virus PMK



