REAKSIMEDIA.COM | Bengkulu – Statement Billy terkait biaya makan Rusa di Rumah Dinas Gubernur dinilai masyarakat, pasangan Helmi-Mian sudah kehabisan isu untuk mengkritik pasangan Rohidin-Meriani, S
sampai-sampai anggaran makan rusa dibanding-bandingkan dengan anggaran beasiswa.
Tim Hukum Rohidin-Meriani Julisti Anwar, SH menyampaikan, jika Billy sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar-red) DPRD Provinsi Bengkulu tidak memahami cara membaca APBD.
“Perlu dia sadari, dia membuka borok dirinya sendiri, karena dia anggota Badan Anggaran tahun 2023 hingga akhir jabatannya. Kalau memang dia mengetahui anggaran makan rusa lebih besar dari dana beasiswa, langsung saja lakukan perbaikan saat pembahasan tersebut. Bukan malah sekarang dia koar-koar, apalagi berstatement seperti itu. Dia kan juga mendengar, apa dia tidak ikut membahas, kemana dia saat pembahasan anggaran APBD? Sampai dia tidak mendengar,” beber Julisti.
Sebagaimana dikutip dalam pernyataan Billy di salah satu media online, dirinya menyikapi bahwa anggaran beasiswa ini akan dinaikan dan menjadi prioritas program Rohidin-Meriani.
“Ya saya juga mendengar itu, per tahun beasiswa mahasiswa berprestasi kita cukup kecil, ke depan kita harus memastikan anggaran mahasiswa berprestasi ini bisa menjadi prioritas melalui cara efisiensi, anggaran yang belum terlalu penting dikurangi, seperti perjalanan dinas dan yang lain sebagainya,” ucapnya.
Ditambahkan Julisti, jika memang anggaran beasiswa itu lebih kecil dari anggaran makan rusa, sudah seharusnya dia menambahkan anggaran tersebut.
“Coba dicek dari laporan resesnya, lalu di SIPD Billy dan pada APBD Provinsi Bengkulu, Billy perjuangkan tidak aspirasi masyarakat Seluma, apa dia juga menganggarkan Pokirnya ke masyarakat Seluma yang merupakan dapilnya atau tidak? Kemana dia anggarkan Pokirnya itu? Apakah ke masyarakat langsung atau ke beasiswa? Kalo memang anggaran beasiswa itu kurang dan dia mengetahui atau mendengar, saat itulah harusnya Billy bersama anggota DPRD lainnya tambah melalui penganggaran pokok pikiran. Ini kenapa koar-koar setelah dia sendiri ikut mengesahkan APBD itu” terang Julisti Anwar, SH pengacara yang juga berdarah alas maras Seluma ini.
Julisti menilai, tim sukses Cagub/Cawagub Helmi-Mian sudah kehabisan isu dalam menjelekkan Cagub Rohidin-Meriani, sampai-sampai isu makan rusa yang mengada-ada dan cenderung tidak menguasai data.
“Mereka itu (Tim Helmi/Mian-red) sudah kehabisan isu propaganda menjelekkan Rohidin, hingga membandingkan anggaran makan Rusa yang memang satwa dilindungi dengan anggaran beasiswa pun jadi bahan kampanye” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi menjelaskan bahwa apa yang di sampaikan Billy mencerminkan dirinya tidak menguasai APBD.
“Di dalam APBD 2023 kita anggarkan beasiswa PNS Rp.64.380.000, beasiswa LEadership program 1.150.000.000 dan beasiswa Perangkat Desa 280.000.000. Sedangkan pada Tahun 2024 kembali kita anggarkan untuk Beasiswa Beasiswa mahasiswa berprestasi 150 juta, Beasiswa Leadership Program 1,5 M, Beasiswa Prestasi 350 juta, Beasiswa Aparatur Pemerintah Desa 810 juta dan Beasiswa Pendidikan PNS sebesar Rp.64.380.000.-. Pada Tahun 2025 juga dianggarkan dengan total anggaran beasiswa sebesar Rp.3,4M,” Papar Sumardi, S.Sos, MM.
Sumardi menilai apa yang disampaikan Billy seperti Menepuk Air, Terkena Muka Sendiri.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: bengkulu
-
Walikota Irsan Efendi Nasution Hadiri Musda AGPAI Kota Padangsidimpuan
-
Seorang Bandar Togel Ditangkap Polsek Kota Agung
-
Jaga Kemampuan Brimob Tolitoli Latihan PHH
-
Ketum Dharma Pertiwi: Tumbuh Kembangkan Budaya Saling Asah, Asih Dan Asuh Di Keluarga Besar Persit KCK
-
Percepat Pencapaian Vaksinasi, Kapolda Sulteng Perintahkan para Kapolres Tidak Ada Hari Libur
-
Presiden Cek Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Tramo
-
Pangdam I/BB: Dua Alasan Kenapa Masalah Tak Mampu Terselesaikan
-
Exit Briefing Mengawali Rangkaian Serah Terima Jabatan Pangkoopsud I
-
Kepala Bappedalitbangda Kabupaten Pinrang H.A.Fahruddin,S.Sos., Msi Hadiri Langsung Sidang Pleno Komisi Irigasi Musim Tanam
-
DP2KBP3A Kota Sukabumi Tangani 138 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sepanjang 2024

