Antisipasi Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Mukomuko Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Bencana

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) serta bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Mukomuko yang di gelar di Lapangan Upacara Makodim 0428/MM, Kamis (21/9/23).

Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Wakil Bupati Hj Wasri dalam amanat dan sambutannya pada acara tersebut mengatakan,”Saya berharap melalui kegiatan apel ini ataupun kegiatan serupa dan sejenisnya dapat dilaksanakan secara berkala, sehingga kita semua dapat lebih siap, lebih siaga dan memiliki pengetahuan yang memadai dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,”ucap Wabub Wasri diawal sambutannya.

“Kita semua diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta terbiasa melakukan upaya mitigasi bencana menuju Kabupaten Mukomuko Tangguh Bencana,”sebut Hj Wasri.

Selain ancaman bencana gempa bumi dan tsunami, hampir di semua wilayah Kabupaten Mukomuko mempunyai potensi bencana seperti, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim, kekeringan, gelombang ekstrim dan abrasi yang sewaktu-waktu mengancam.

Masyarakat juga membutuhkan upaya penanggulangan bencana yang lebih serius dan optimal, untuk itu perlu dilakukan beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalisir resiko dampak cuaca ekstrim antara lain sebagai berikut.

“Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan dengan cara meningkatkan sinergitas seluruh pihak yang terkait, Mempersiapkan cadangan air dan mengatasi kekeringan, seperti mengidentifikasi lokasi-lokasi potensial yang dapat dijadikan sebagai cadangan air, Melakukan pemantauan dan pelaporan secara rutin wilayah yang terdapat hutan serta lahan yang berpontesi terbakar dan wilayah yang mengalami kekeringan,”Papar Wakil Bupati Mukomuko Hj Wasri.

Terpisah, Dandim 0428/MM Letkol Inf Andri Suratman menyampaikan bahwa Apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan Kabupaten dan semua pihak dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Baik dari kesiapan personil, kesiapan sarana dan prasarana serta dukungan logistik lainnya. Dengan di laksanakan Apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana agar dapat mengantisipasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan kekeringan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan,” pungkas Dandim 0428/MM Letkol Inf Andri Suratman.

Baca juga:  Sudirman Bungi, S.IP, M.Si., Wakil Bupati Pinrang Hadiri Pembukaan STQH ke-XXIII Tngkat Prov. Sulsel di Kab. Luwu Utara

Hal senada juga disampaikan Kapolres Mukomuko, AKBP Nuswanto SH SIK MH yang menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko untuk tidak membakar saat akan membuka lahan untuk berkebun.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk berkebun dan membakar sampah sembarangan karena saat ini cuaca panas akibat kemarau panjang dan disertai angin kencang,” ucap AKBP Nuswanto.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat diwilayah ini. Dalam sosialisasi itu, secara tegas masyarakat dilarang membuka lahan dengan cara dibakar karena ini sudah melanggar hukum dan dapat dipidana.

Untuk sosialisasi, Kapolres berpesan kepada seluruh Kapolsek beserta jajarannya terutama Bhabinkamtibmas ikut terlibat aktif melakukan patroli secara terpadu, dengan instansi yang terlibat dalam tim penanganan Karhutlah dan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Selain memberikan sosialisasi pelarangan pembakaran lahan.

Kapolres juga berpesan untuk meminimalisir titik hotspot sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan lebih kecil. “Apalagi berdasarkan data dari BMKG ada tiga titik panas terpantau di Kabupaten Mukomuko tepatnya di Mukomuko Selatan dengan level sedang.
Terpantaunya titik panas ini menyebabkan beberapa wilayah di Bengkulu dinyatakan rawan Karhutlah dan kekeringan,” tutur Kapolres Mukomuko AKBP Nuswanto.

Tampak hadir pada kegiatan itu, Wakil Bupati Mukomuko, Ketua DPRD, Kapolres Mukomuko, Dandim 0428/MM, Kejari Mukomuko, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Dansubpom Mukomuko, Danposal Mukomuko, PMI, jajaran OPD terkait Sat Pol-PP dan lainnya.

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: