REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Sehubungan dengan adanya pemberitaan terkait dengan maraknya kasus penyakit ginjal akut yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, dan antisipasi terjadinya penyakit tersebut muncul di Kabupaten Mukomuko.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo yang di konfirmasi mengatakan,” diduga dan di khawatirkan penyakit yang terjadi akibat penggunaan obat sirup, oleh sebab itu pemerintah melalui Himbauannya kepada kita, untuk sementara menghentikan dulu penggunaan sirup sambil menunggu keputusan hasil penelitian resmi dari pemerintah Republik Indonesia,” papar Bustam.
” Dan kita (Dinkes Kabupaten Mukomuko-red) sudah menyampaikan kepada jajaran, baik Puskesmas, Bidan Desa, para apoteker dan toko obat yang ada disini untuk sementara menghentikan dulu pemakaian atau menjual obat yang ditarik itu,” jelas Bustam.
Lebih lanjut Kadinkes juga menghimbau kepada masyarakat untuk mentaati Himbauan pemerintah dalam penggunaan obat dimaksud bila ada anak anaknya yang sakit.
Kepada masyarakat kita himbau untuk tidak menggunakan obat jenis sirup tersebut, bila ada anak atau anggota keluarga yang sakit.
” Berobatlah kepada dokter terlebih dahulu jika ada anak atau anggota keluarga kita yang sakit demam, konsultasi kepada puskesmas, ataupun sarana kesehatan setempat, jangan membeli obat yang saat ini telah ditarik peredarannya oleh pemerintah,” himbau Kadinkes.
Masih dikatakan Kadis Kesehatan Mukomuko,” dan kawan kawan di Puskesmas atau di rumah sakit sudah tahu akan langkah langkah yang diambil atas Himbauan dari pemerintah ini,” sebut Bustam.
” Dan kepada Masyarakat juga jangan menggunakan obat sembarangan, jangan mendiagnosa obat sendiri, upayakan konsultasilah kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan solusi atas penyakit yang datang,” harap Kadinkes ini.
Bustam Bustomi juga mengatakan, Jika harus menggunakan obat, tentu dia (tenaga kesehatan) juga akan menggunakan obat sejenis, tapi obat dalam bentuk tablet, bukan sirup.
” Contohnya jika diperlukan obat Paracetamol, dan kita diperintahkan menghentikan pemakaian Paracetamol cair, solusinya adalah dengan pemakaian obat Paracetamol tablet yang di gerus (digiling), sehingga obat penurun panas tetap ada, tetap ada solusi,” ungkap Kadinkes.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko berharap masyarakat tidak perlu risau apalagi panik terkait ditariknya beberapa obat atas kasus gejala penyakit Ginjal Akut yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
” Untuk saat ini kasus penyakit ginjal akut belum ditemukan di Kabupaten Mukomuko, masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik, yang terpenting jika ada anak atau anggota keluarga kita yang sakit, kita jangan menggunakan obat bebas sendiri (tanpa ada resep ataupun saran dokter/ tenaga kesehatan) kemudian gunakanlah sarana kesehatan setempat ataupun dokter jika ada anak/keluarga yang sakit.
” serta masyarakat juga harus proaktif mengingat tenaga kesehatan kita, mana tahu mereka lupa atas himbauan penggunaan obat sirup ini, berobat ketempat yang resmi, membeli obat di tempat yang resmi, semoga kiranya penyakit ginjal akut ini tidak terjadi kepada masyarakat kita di Kabupaten Mukomuko,” tutur Bustam Bustomi mengakhiri.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: Mukomuko
-
Binaan Lapas Warungkiara Sukabumi Yang Putus Sekolah Masih Tetap Bisa Melanjutkan Pendidikan
-
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Bhakti Sosial Dalam Rangka Memperingati HUT TNI Ke-77
-
Media Sosial Berperan Penting Menyebarluaskan Pesan
-
Asrenum Panglima TNI: Perencanaan Yang Cermat Menentukan Pengambilan Keputusan Yang Tepat
-
Sat Narkoba Polresta Siantar Di Desak Tangkap Bandar Besarnya Dan Jangan Tebang Pilih
-
Pangkogabwilhan I Tegaskan Pengamanan KTT ASEAN Profesional, Sinergi dan Humanis
-
Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Kementerian PUPR Bersama Kemenkes Gelar Business Matching Tahap III
-
Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Covid, Puskesmas Selo Swab Test PCR 9 Warga Desa Jeruk
-
Gus Halim: Kawasan Transmigrasi Harus Segera di Sulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Riau Diresmikan

