REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memberikan Pengarahan pada Acara Forum Nasional Stunting di Hotel Shangri-la, Jalan Jenderal Sudirman Kav.1, Jakarta, Selasa (06/12/2022). Dalam arahannya, Wapres meminta kepada para kepala daerah, mulai dari camat hingga lurah, untuk memimpin langsung koordinasi program penurunan prevalensi stunting di wilayahnya masing-masing.
“Saya minta untuk memimpin secara langsung koordinasi pelaksanaan program dalam lingkup kewenangannya, ” tegas Wapres.
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, bahwa selain dari jajaran struktural, penanganan masalah terkait dengan penurunan prevalensi stunting tergantung pada garda terdepan pelaksana program. Garda terdepan tersebut diantaranya para tenaga kesehatan di tingkat desa dan masyarakat, kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, koordinasi antar-pelaksana, serta dukungan operasional. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang matang untuk mengawal sinkronisasi antar unsur pelaksana.
“Banyak kader yang secara sukarela bekerja di lapangan. Kader-kader ini tentu membutuhkan pengoordinasian dan pembagian peran yang baik. Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan, alat kerja, juga dukungan operasional yang mencukupi,” papar Wapres.
“Kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, Penyuluh Keluarga Berencana, Bidan Desa, Kader Sanitasi, Kader Pembangunan Manusia, Karang Taruna, Petugas Puskesmas dan penggiat lainnya sangat potensial sebagai garda terdepan yang dapat kita andalkan,” tambahnya.
Dengan demikian, Wapres meminta kepada Kementerian dan Lembaga yang secara struktural mempunyai kader di lapangan, para Gubernur, Bupati, Wali Kota, Camat, Kepala Desa, dan Lurah, untuk menguatkan pengoordinasian para penggiat di lapangan, meningkatkan kapasitas, dan memberikan dukungan bagi pelaksanaan tugasnya,” imbuh Wapres.
Di kesempatan yang sama, Wapres yang juga selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting tak lupa menyampaikan apresiasi atas kerja keras para pelaku di lapangan. Ke depan, Wapres mengimbau kepada para pemangku kepentingan untuk bekerja dan maju bersama garda terdepan dalam menurunkan stunting. Tanpa aksi-aksi nyata, penurunan stunting hanya ramai sebagai wacana dalam forum diskusi, tetapi sepi dalam implementasi.
“Saya sampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh pemangku kepentingan. Utamanya, para pelaku di tingkat lapangan yang telah bekerja keras sebagai garda terdepan dalam menurunkan prevalensi stunting ” imbau Wapres.
“Tanpa aksi-aksi nyata, penurunan stunting hanya ramai sebagai wacana dalam forum diskusi, tetapi sepi dalam implementasi,” pungkasnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : RN, BPMI – Setwapres
Tags: jakarta
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Kapolres Mukomuko Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara
-
Tutup Akses Jalan, Satlantas Polres Pinrang Sambangi Pemilik Hajatan dengan Berikan Himbauan
-
Hari Bhakti Transmigrasi Ke-74, Wamentrans Viva Yoga: Transmigrasi Hadir Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Dan Keadilan
-
Pj. Gubernur Sumut Lantik Letnan Dalimunte Jadi Pj. Wali Kota Padangsidimpuan
-
Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa Gentungang Kec Bajeng Barat Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Peduli Nelayan, Satgas Yonarmed 1 Kostrad Bantu Warga Negeri Abubu Buat Sero
-
Satgas Yonif Mekanis 203/AK Sukseskan Program Babinsa Masuk Dapur
-
7 Cara Cegah Kepadatan Lalin Arus Balik: One Way, RAMS Hingga Rute Alternatif
-
Polres Pinrang Gelar Latihan Pra Operasi Pekat Lipu 2024
-
Buron Selama 2 bulan, Pelaku yang Membakar Tetangganya Akhirnya Ditangkap

