REAKSIMEDIA.COM | Batam– Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berupaya membekali aparatur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) agar semakin mahir mengelola keuangan daerah. Hal itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung di Harmoni One Convention Hotel Batam, Kepri, Kamis (23/2/2023).
Dalam paparannya, Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pengukuran IPKD, setiap pemerintah daerah (Pemda) perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai cara penginputan data dalam aplikasi IPKD.
Dia melanjutkan, pemerintah pusat melalui BSKDN memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan (Binwas) kepada Pemda, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah. Dirinya berharap, Bimtek tersebut dapat meningkatkan kapasitas pegawai di lingkungan Pemprov Kepri, sehingga tata kelola keuangannya lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
“Bapak/Ibu sekalian, IPKD bertujuan untuk mengurangi gap antara realisasi belanja dengan realisasi pendapatan. Sekarang ini masih 96,2 persen untuk pendapatan (APBD 2021-2022). Sementara itu, untuk realisasi penerima (belanja) sebesar 86,2 persen (APBD 2021-2022). Persis selisihnya 10 persen antara belanja dan pendapatan,” jelas Yusharto.
Sementara itu, berdasarkan data yang dikantonginya, Yusharto mengungkapkan, capaian IPKD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2021 berada pada urutan ke-5 secara nasional untuk klaster kemampuan keuangan daerah rendah, yakni dengan nilai IPKD 66,4708 dengan kategori perlu perbaikan. Kendati demikian, tren skor Dimensi Kesesuaian Dokumen dan Penganggaran IPKD untuk provinsi, kabupaten/kota di Kepri tahun anggaran 2021 mengalami peningkatan yang sangat signifikan jika dibanding tahun sebelumnya.
Dia berharap, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Kepri dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dengan berpegang teguh pada inovasi. Dia mengimbau OPD setempat agar tidak ragu untuk saling berkolaborasi demi tercapainya tata kelola keuangan daerah yang lebih baik.
“Kita perlu terus beripikir untuk berinovasi termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah, mudah-mudahan melalui Bimtek ini akan muncul inovasi-inovasi dalam mengelola, memperbaiki setiap dimensi IPKD yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Yusharto juga mengapresiasi partisipasi Pemprov Kepri dalam pengukuran IPKD. “Mudah-mudahan ke depan kita akan melihat kondisi yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan daerah di Provinsi Kepri, melalui perbaikan terhadap indeks-indeks yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah,” pungkasnya. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: batam
-
Kasus Arisan Online Di Magelang Terbongkar, Kerugian Member Capai 300 Juta
-
Hari Koperasi 12 Juli: Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, S. Sos Hadiri di kantor Dinas Koperasi dan UKM Pinrang
-
Gus Halim: Kampus Berperan Penting Membangun Desa
-
Sosok Aipda Fahrudin, Guru Ngaji yang Hobi Bertani Ini Raih Juara II MTQ di Mabes Polri
-
Babinsa Koramil 1715-05/Batom Kodim 1715/Yahukimo Bersama Masyarakat Menggelar Diskusi Penting Terkait Pembangunan Jembatan Gantung
-
Harumkan Nama Satuan di PORAU 2026, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Anugerahkan Piagam Penghargaan Kepada Dua Personel Berprestasi
-
Kemendagri : Pemerintah Daerah Wajib Laporkan Inovasi Yang Dilakukan
-
Polres Gowa Terima Penghargaan Peringkat I IKPA Semester I Tahun 2021 Dari Kemenkeu RI
-
Presiden Tegaskan Pentingnya Rehabilitasi dan Reklamasi Pascatambang
-
Sukseskan Serbuan 1 Juta Vaksinasi Booster, Polres Mukomuko Berkolaborasi Dengan Kemenag Mukomuko Dan PCNU Mukomuko


