Catatan David Pranata Boer: “Ray, Saudara Kramat”

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali berduka. Ray Sahetapy, aktor kawakan yang telah memberikan banyak kontribusi bagi industri film Tanah Air, meninggal dunia pada selasa 1 April 2025, setelah beberapa minggu menjalani perawatan di rumah sakit akibat stroke dan komplikasi diabetes yang dideritanya. Berita ini dikonfirmasi langsung oleh anaknya, Surya, melalui unggahan di Instagram yang mengabarkan kepergian sang ayah yang telah menjadi ikon dunia hiburan Indonesia.

Ray Sahetapy dikenal luas sebagai aktor yang berbakat dan berprestasi. Kariernya di dunia perfilman sudah tidak diragukan lagi, dengan berbagai penghargaan bergengsi, seperti Piala Citra untuk Aktor Terbaik, yang menambah deretan prestasi yang ia raih selama perjalanan kariernya. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, terutama bagi aktor-aktor muda yang menganggapnya sebagai sosok inspiratif dalam berakting.

Kondisi Kesehatan Ray Sahetapy Sebelum Wafat

Ray Sahetapy sudah hampir sebulan ini dirawat di rumah sakit karena menderita stroke komplikasi diabetes. Pada malam menjelang kepergiannya, Ray mengalami kehilangan kesadaran akibat penyakit tersebut. Meski telah mendapatkan perawatan medis intensif, takdir berkata lain, dan Ray menghembuskan nafas terakhirnya selasa pukul 21.04 Jenazah aktor senior itu disemayamkan di rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot, Subroto, Senen, Jakarta Pusat.


David Pranata Boer (Sahabat Ray Sahetapy)

Catatan Mengharukan dari Sahabat Dekat

Sahabat dekat Ray, David Pranata Boer, melalui tulisannya berjudul “Ray… Saudara Kramat” yang dipublikasikan pada 3 April 2025, memberikan catatan yang penuh emosi mengenang sosok Ray.

Dalam tulisan tersebut, David menceritakan bagaimana ia bersama Charly Sahetapy datang ke Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, untuk menghormati kepergian Ray.

Ray yang dikenal sebagai sosok yang kuat dalam berkarier, kini telah meninggalkan dunia yang ia cintai. Sebagai seorang Muslim, Ray telah menjalani proses pengkafanan jenazah dengan tata cara yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Proses pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat siang setelah salat Jumat di Masjid Istiqlal dan jenazah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Baca juga:  Panglima TNI Kunjungi Menteri Pertahanan RI

Kepergian Ray Sahetapy, Sang Pangeran Nusantara

Ray Sahetapy yang merupakan mantan suami dari Dewi Yull ini meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran hidup bagi orang-orang yang mengenalnya. Dalam catatannya, David juga mengungkapkan kenangan mendalam ketika dirinya bersama Ray mengantar jenazah putrinya, Giska, pada perjalanan terakhir menuju pemakaman.dari Ciganjur menuju pemakamannya di Bogor. Sepanjang perjalanan Ray hanya menangis.

Saya merenung dan mengevaluasi diri, juga menyesali diri.

Mungkin inilah adalah perjalanan yang memang telah ditakdirkan untuk seorang Ray.

Saya pernah bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan pilihan imanmu?” Dan jawabannya tegas, “Islam”. Ia pun melanjutkan dengan menceritakan dengan secara ber-drama tentang ayat-ayat Surat Yasin, ayat 11 sampai 21.

Semasa hidupnya, Ray sering bercanda, tetapi juga terasa serius bertanya kepada saya, “Orang mati itu punya agama atau tidak?” dan “Mengapa orang mati harus pakai simbol agama?” Walaupun akhirnya ia menjawab sendiri, “Agama itu urusan orang hidup.”

Selamat jalan Ray, Sang Pangeran Nusantara.

Selamat jalan, Ray. Semoga perjalananmu menuju keabadian penuh kedamaian dan segala amal baikmu diterima di sisi-Nya. Dunia perfilman Indonesia akan selalu mengenangmu sebagai salah satu aktor terbaik yang pernah ada.

DPB Malam Jumat, 3 April 2025

Penutup

Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan kekosongan yang besar di dunia perfilman Indonesia. Semoga prestasi dan dedikasinya dalam dunia seni akan selalu dikenang oleh generasi penerus. Dunia seni Indonesia kehilangan seorang legenda, namun warisan karyanya akan terus hidup.

Semoga Tuhan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Aamiin.

Laporan : Ria Satria

Tags: