REAKSIMEDIA.COM | Lampung Selatan – Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk perbaikan gizi, penurunan stunting hingga penanganan penderita gizi buruk pada balita. Pertumbuhan bayi yang baik dan sehat menentukan kualitas generasi dimasa depan.
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini harus terus dioptimalkan sedini mungkin karena Indonesia akan memiliki bonus demografi yang puncaknya pada 2030-2035.
Penasihat Dewan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Lilik Umi Nashriyah menegaskan hal tersebut dalam sosialisasi percepatan penurunan stunting tingkat desa di Lampung Selatan, Lampung, Selasa (7/3/2023).

Dia juga meminta kepala desa sebagai nahkoda pembangunan di tingkat desa untuk tidak lengah dan terus memperbaiki serta mengatur kualitas gizi pada ibu hamil di desanya. Langkah ini bisa dilakukan dengan penurunan stunting menggunakan dana desa.
“Tolong ibu-ibu kepala desa, saya titip no one left behind. Kalau ada warga Anda yang stunting, berarti pak Kepala Desanya perlu disentil. Karena dana desa boleh dipakai untuk penambahan gizi dan penurunan stunting,” ujarnya,
Lilik juga meminta Bupati sebagai inisiator percepatan penurunan masalah stunting harus secara intensif melakukan koordinasi serta pengawasan atas realisasi program yang telah matang dicanangkan.
“Saya titip Bu Bupati, kalau ada warga desanya yang masih stunting, tolong bu Kadesnya disentil, biar Bu Kadesnya ganti menyentil Pak Kadesnya, gitu,” tandasnya.
Lilik menjelaskan, dalam proses penanganannya perlu dukungan serta peran aktif seluruh stakeholder terkait dalam mensukseskan target program nasional penurunan stunting.

Kebijakan ini sesyai dengan perintah presiden yang mengimbau kepala daerah agar turut memberikan afirmasi kebijakan terhadap langkah percepatan penurunan stunting di daerahnya masing-masing.
“Tolong ya, anak-anak kita adalah masa depan negara kita, masa depan bangsa kita. Maka, kualitas bangsa kita di masa depan adalah tergantung pada balita kita saat ini,” tegasnya.
Meski demikian, dia menyebut bahwa peran dan kepedulian keluarga merupakan faktor utama dalam menjaga kualitas pertumbuhan pada anak, baik sebelum maupun sesudah kelahiran.
“Dengan begitu, diperlukan intervensi stunting baik sebelum maupun sesudah kelahiran, pre dan postnatal,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Lilik Umi Nashriyah didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Eka Riantinawati, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto.
Selanjutnya Ketua Komisi I DPRD Lampung Selatan Bambang Irawan, Ketua DWP Lampung Selatan Yani Thamrin, Camat Jati Agung Firdaus Adam, dan Kepala Desa Jati Mulyo Sumardi.
Sumber : Dayat/Kemendes PDTT
Tags: lampung selatan
-
Sukses Sumbang Medali Pertama, Alpinda Nopra Atlet PWI Asal Mukomuko Harumkan Nama Bengkulu di Kancah Porwanas ke 13 Malang
-
Polres Mukomuko Gelar Konferensi Pers, Kapolres : Waspadalah, Karena Kejahatan Itu Terjadi Bukan Karena Adanya Niat Dari Pelaku, Akan Tetapi Karena Adanya Kesempatan
-
Antisipasi Lonjakan Libur Nataru, Polsek Weleri Intensifkan Patroli di Sejumlah Obyek Wisata
-
Moment HUT TNI ke 78, Polres Mukomuko Beri “Surprise” Untuk Kodim 0428/MM
-
11 Satpam RS Kariadi Semarang Keroyok Pencuri HP hingga Tewas
-
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026
-
Ops Yustisi, Wakapolresta Jambi Ingatkan Pengunjung Destinasi Wisata Kuliner Tugu Keris Patuhi Prokes
-
Plt Wali Kota H.Waris Thalib Bersama Forkopimda Lepas Tim Laksanakan Penyemprotan Disinfektan Massal di Wilayah Kota Tanjungbalai
-
Gus Halim: BUM Desa Kelola Ekonomi Desa Hingga Rp3,06 Triliun Tiap Tahun
-
Warga Nagrak Gugat Klaim Lahan Sumarecon, LBH Lingkar Hukum Turun Tangan

