REAKSIMEDIA.COM | Surabaya – Dirjen Zudan Arif Fakrulloh sangat bersyukur gerakan bersama bagi penyandang disabilitas untuk mendata, merekam dan menerbitkan dokumen kependudukan telah menunjukkan progres yang luar biasa.
Selama 3 bulan gerakan bersama pendataan disabilitas sudah tercatat sebanyak 610 ribu penyandang disabilitas baru. “Jadi rata-rata setiap bulan berhasil didata 200 ribu disabilitas. Inilah kalau kita mau turun bersama,” kata Dirjen Dukcapil dalam sambutannya pada Launching Gerakan Bersama bagi Penyandang Disabilitas melalui Pendataan, Perekaman dan Penerbitan Dokumen Kependudukan untuk Mewujudkan Masyarakat Inklusif di Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/6/2022).
Sebelum itu terlaksana seperti sekarang, Dirjen Zudan mengakui masih terdapat ruang-ruang tertutup yang belum terjangkau pelayanan Adminduk, yakni bagi penyandang disabilitas dan bagi komunitas masyarakat adat terpencil.
“Maka untuk menyelesaikannya kita harus turun bersama. Dukcapil, pemda, unsur OPD terkait, komunitas disabilitas, SLB semua turun bersama. Nah, Pemprov Jatim telah menunjukkan upaya yang luar biasa pendataan kaum disabilitas hari ini. Applause untuk Ibu Gubernur Jatim,” tutur Zudan di hadapan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan segenap tamu undangan.

Gubernur Khofifah sependapat dengan Dirjen Zudan bahwa perluasan akses pendataan bagi kaum disabilitas sangat penting dengan memberikan seluruh dokumen kependudukan yang mereka butuhkan.
“Tahun 1997 saat saya di Komisi VIII DPR RI membahas UU Penyandang Cacat. Namun terminologi tahun 2016 saya ubah saat menjadi Mensos dengan merevisi UU tersebut menjadi UU Disabilitas. Pentingnya ruang dan kesempatan yang harus diberikan semua pihak termasuk dunia usaha bagi kaum disabilitas,” papar Gubernur Khofifah.
“Hari ini saya gembira dan berterima kasih mendapat penguatan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri serta Staf Khusus Presiden Ibu Angkie Yudistia,” ujar Khofifah seraya menambahkan selama ini masih ditemui kesulitan untuk mendata merekam dokumen mereka yang rentan layanan adminduk.
Termasuk warga yang berada di kawasan tertinggal, terutama daerah yang secara administrasi tidak ada RT/RW. Contoh seperti Suku Anak Dalam yang tidak ada payung desanya, kata Gubernur.
“Jadi pola ‘no one left behind’ memang harus terus diikhtiarkan. Hak sipil bagi penyandang diabilitas dan komunitas adat terpencil tidak boleh ada yang terlewat,” tegasnya.
Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia menyatakan, pendataan penyandang disabilitas ini untuk memastikan potensi dan ekosistem disabilitas agar dapat dimaksimalkan.
“Masih banyak disabilitas yang belum mendapatkan hak dasar yakni dokumen kependudukan. Saya sangat berterima kasih Ditjen Dukcapil Kemendagri berinisiatif mencanangkan gerakan bersama ini, sehingga pendataan disabilitas di Indonesia menjadi best practice dan dipuji negara lain,” tutur Angkie.
Angkie turut menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo yang mengharapkan semua kegiatan ini dapat berjalan di seluruh Indonesia dengan baik dan tuntas.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: surabaya
-
Baladika Mulawarman: Adanya IKN Menjadi Tantangan Bagi SDM Lokal
-
Bupati Mimika Buka TMMD Reguler Ke-128 Kodim 1710/Mimika, Kampung Keakwa Jadi Sasaran Utama
-
Kapolres Puncak Jaya Hadiri Rapat Paripurna Pembukaan Raperda APBD Perubahan T.A 2021 dan Raperda Non APBD Tahun 2021
-
Alasan ” Marina ” Alihkan Dukungan ke Paslon 02 Iwan – Sudirman
-
Polres Jepara Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Tabung Gas Elpiji yang Beraksi di 3 Kabupaten
-
Polri Gelar Festival Musik Bhayangkara 2022 untuk Musisi Jalanan
-
Panas Terik Menyengat Kulit Peserta Gladi Bersih Berapi Api
-
Jaga Momentum Pemulihan, Presiden Dorong Masyarakat Segera Divaksin Penguat
-
Mendagri Tinjau Terminal Feri Internasional Nongsapura Bahas Kunjungan Wisatawan
-
Pemerataan Akses Kesehatan, Ketua DPD RI Dukung Pemberian Beasiswa Dokter Umum ke Spesialis




