REAKSIMEDIA.COM | Pamekasan – Desa yang telah mencapai status Mandiri menanggung tanggung jawab yang semakin kompleks.
Fokus desa mandiri bukan hanya pada infrastruktur, melainkan juga pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi, yang pembahasannya tidak akan pernah selesai.
Maka dari itu, Satu desa mandiri harus didampingi oleh satu pendamping desa.
“Olehnya, Desa Mandiri harus didampingi oleh satu pendamping,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat berdiskusi dengan Para Pendamping Desa se-Kabupaten Pamekasan, Sabtu (20/1/2024).

Menurut Gus Halim, tenaga Pendamping Profesional atau yang dikenal Pendamping Desa adalah anak kandung Kementerian Kemendes PDTT.
“Pendamping Desa adalah pilar penopang Kementerian Desa,” kata Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini.
Dipaparkannya, Kemendes PDTT itu ditopang oleh tiga pilar, Pertama yaitu Menteri yang merumuskan gagasan dan inovasi.
Pilar kedua adalah Birokrasi yang menjalankan arah kebijakan itu.
“Yang ketiga itu adalah Pendamping Desa,” kata Gus Halim.
“Kementerian Desa akan bagus kinerjanya jika tiga pilar itu bekerja dengan bagus,” sambung Profesor Kehormatan UNESA ini.
Gus Halim menekankan jika tugas pendampingan ini adalah pemberdayaan masyarakat karena tugas kementerian yang dipimpinnya adalah pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Nantinya, keberadaan Pendamping Desa harus ditambah karena jika Desa itu masuk kategori Mandiri dan Dana Desa semakin besar maka harus diikuti penambahan fungsi dan kewenangan.
“Akan bahaya jika Dana Desa besar tapi kewenangan tidak ditambah,” kata Gus Halim.
Olehnya, konsep pembangunan desa ke depan, jika Desa sudah Mandiri maka harus ditambah Dana Desa diikuti penambahan kewenangan.
Gus Halim memaparkan, jika Desa Mandiri dan Dana Desa tinggi maka Bantuan Sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak perlu dikelola pusat.
“Semua cukup dikelola oleh Desa dan disatukan dengan Dana Desa,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
Gus Halim garansi penyaluran akan tepat sasaran karena memang dikelola langsung oleh desa dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk menilai kelayakan penerima program bantuan sosial tersebut.
Turut hadir dalam diskusi ini, Ketua Dewan Penasehat STIE Bakti Bangsa Badrut Tamam dan Tokoh Masyarakat Thoriqul Haq.
Sumber : Firman/Kemendes PDTT
Tags: Pamekasan
-
Berselimutkan Terik, Satgas TMMD Ke-122 Kodim 1805/Raja Ampat Melanjutkan Penggalian Sumur Gali
-
Masyarakat Apresiasi Langkah Divisi Humas Polri Dalam Menggelar Dialog Publik Jelang Pemilu 2024
-
Pendaftaran TEP 2026 Resmi Ditutup, 10.359 Generasi Muda Antusias Ikut Bangun Kawasan Transmigrasi
-
Ketua TP – PKK Kabupaten Pinrang Hadiri Pernikahan Warga Patobong, Hj.A. Sri Widiyati Irwan Disambut Antusias Tamu Undangan
-
Aksi Damai Tolak Kenaikan BBM kembali Digelar PMII, Kapolres Pekalongan Pimpin Langsung Pengamanan
-
Dengan Dukungan Penuh Terhadap Kesehatan, Bupati Pinrang Irwan Hamid Menerima Program Dokter Internshif Kesehatan RI
-
Dua Rumah Warga di Desa Pandes Ludes Terbakar, Kerugian Ditafsir Capai Ratusan Juta Rupiah
-
Wakil Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang
-
Safari Jumat di Mesjid Mujahirin, Kapolsek Lubuk Pinang: Sebagai Silaturahmi dalam menyampaikan Pesan Kamtibmas
-
Antisipasi Teror, Polres Banjarnegara Perketat Pengamanan Mako

