Di IKN, Hingga 2024 Akan Ada 260.000 Tenaga Kerja Konstruksi

REAKSIMEDIA.COM |Kalimantan Timur – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PURR) Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Sosialisasi Penyelenggaraan Tenaga Kerja Konstruksi untuk seluruh organisasi masyarakat dan unsur tenaga kerja konstruksi Kaltim di Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda, Kamis (08/09/2022).

A.M. Fitra Firnanda, ST, MM Kepala Dinas PUPR Kaltim Dalam Laporan Kegiatan menjelaskan Dalam Pembangunan Ibukota Nusantra, masyarakat Lokal Perlu Mendapatkan Informasi dan sosialisasi tentang bagaimana Penyelenggaraan Tenaga Kerja Kontruksi dalam pembangunan IKN, dan menampung Aspirasi dan saran dari Ormas.

Dalam diskusi yang dilakukan ini, dihadiri jumlah Peserta sebanyak 178 Orang, yang terdiri OPD Provinsi Kaltim, PU Kabupaten Kota, Disnaker Kabupaten Kota, Organisasi masyarakat Provinsi Kaltim, Ormas Kabupaten/Kota dan masyarakat Jasa Konstruksi.

“Provinsi Kaltim Mulai Bulan Juli hingga September, telah Melatih 161 orang, kedepan, kita buka lagi, sebanyak 270 orang, untuk tenaga ahli jenjang Tujuh, jadi dipersilahkan kepada seluruh Ormas maupun unsur masyarakat jasa konstruksi yang ingin mendaftarkan anggotanya sebagai tenaga ahli akan kami latih dan kami sertifikasi, free (tanpa biaya). juga di bulan depan nanti kita juga akan melatih 25 Assesor, yang mana para Asessor yang akan kita harapkan melatih tenaga terampil serta bisa mensertifikasi tenaga terampil yang ada di Kaltim, mudah-mudahan bisa terlaksana dengan lancar,” tutur Fitra.

Sementara itu, menurut Dr. Diani Sadiawati, S.H., LL.M. Wakil Ketua Bidang Koordinasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan, bahwa Ground Breaking akan dilaksanakan pada 11 September 2022, Proritas (yang sangat penting), dalam pembangunan IKN ini adalah Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Sumber daya Manusianya, dan juga lagi menunggu Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Otorita IKN disahkan.

Sehingga saat ini, semua masih dilaksanakan atau didukung Kementerian dan Lembaga. Sampai Menunggu SOTK Mentri Sekretaris Negara membentuk Tim Transisi Pendukung Persiapan Pembangunan dan Pemindahan Ibu Kota Negara.

“Sekarang sudah dilakukan kementerian PUPR, dan telah merektrut hampir 1500 an Pekerja Kontruksi untuk kebutuhan tahap pertama dan sedang melakukan indentifikasi kebutuhan tenaga kerja, bagaimana jenis pelatihan yang dibutuhkan, lalu pendataan calon tenaga kerja dan masyarakat lokal yang memerlukan pelatihan, lalu bagaimana investasi pelatihan yang dibutuhkan serta bagaimana kordinasi ketenagakerjaan antar pemangku kepentingan di daerah ini, tentu untuk yang terkait dengan pendataan dan publikasi, lalu bagaimana jenis pelatihan, kami sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Mulawarman juga dengan Kementrian Tenaga Kerja yang saat ini sedang kami finalisasi di Unmul.

“Saya Sebagai Koordinator Bidang Sosial pemberdayaan Masyarakat harus memperhatikan Bagaimana Masyarakat di sekitar akan terkena dampak dari Pembangunan Ibu Kota Nusantara, juga bisa memiliki daya saing, memiliki kapasitas untuk menyambut pembangunan IKN ini, sehingga kami sudah lakukan Bekerjasama dengan BLK Samarinda, Melakukan pelatihan- pelatihan Non Kontruksi yang sangat banyak, ada 300 item usaha, sedangkan untuk Kontruksi Pelatihan sudah dilaksanakan tanggal 28 Agustus kemarin, sudah di louncing, Ada 1535 tenaga kontruksi yang sudah di Rektrut oleh Direktorat Bina Kontruksi yang Komposisinya ada 817 Orang dari Penajam Paser Utara (PPU), selain itu bapak Presiden telah mengingatkan kami di Otorita IKN, bahwa jangan sampai Masyarakat Lokal ini menjadi penonton di rumahnya sendiri, ini akan kami Pegang terus,” tegas Diani.

Baca juga:  Makara Strategic: Pembentukan DOB, Upaya Pemerintah Sejahterakan Masyarakat Papua

selain itu, menurut Diani, rencananya sampai 2024 akan ada 260.000 tenaga kerja kontruksinya, dengan Rincian tahun 2022 ada 30.000, Tahun 2023 ada 123.000, dan tahun 2024 ada 107.000.

Sementara itu, Ir. H. Riza Indra Riadi, M.Si Penanggung Jawab Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Mewakili Gubernur Kaltim, menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu ada unjuk rasa mengenai kesempatan kerja atau lebih tepatnya pelatihan, sehingga nantinya di usahakan, diminta agar lebih banyak melibatkan masyarakat lokal, aspirasi ini disampaikan oleh Gepak Kuning, kemudian perekrutan jangan semua melalui website, karena masih banyak masyarakat di Kaltim ini kurang cakap digital, hal ini tentu saja menjadi persoalan, sehingga diharapkan nantinya, agar perekrutan juga masih ada yang dilakukan secara manual.

Menurut Data penduduk Kalimantan Timur tahun 2021, berjumlah 3,8 juta jiwa dan data dari BPS sampai tahun 2021 tenaga kerja dan sektor konsumsi hanya berjumlah 99.943 orang, ini tahun 2021 yang tercatat di BPS yang di dominasi oleh hanya tingkat SD dan SMP, makanya diharapkan nanti agar Pendaftaran tidak saja secara Online, namun tetapi diberikan juga untuk yang secara manual, sehingga tidak pakai Website saja, listrik saja masih banyak yang belum tersalurkan, itu pesan kami dari daerah,” tutur Riza dalam sambutannya.

Acara dirangkai diskusi dengan materi disampaikan oleh.

(1) Direktorat Kompetensi dan Produktifitas Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

(2) Indra Maulana Syamsul Arief, S. Kom, M.Si Kasubdit Pekerjaan Umum Direktorat Sub Urusan Pemerintah Daerah (SUPD) II.

(3) Alfet Bahari, ST. MT (Kepala Balai Wilayah V Banjarmasin) dilanjutkan dengan masukan dan saran Organisasi Kemasyarakatan.

Laporan : Ence/Reynaldy

Tags: