REAKSIMEDIA.COM | Banyuwangi – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi atas upayanya menekan angka kemiskinan ekstrem. Hal ini disampaikan Yusharto saat melakukan kunjungan kerja pada rapat koordinasi teknis strategi penurunan kemiskinan ekstrem Kabupaten Banyuwangi, Jumat (11/3/2022).
Adapun dalam kunjungan tersebut, Yusharto didampingi Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Hoiruddin Hasibuan, Sekretaris I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat Irma Zainal, dan Kepala Balai Besar Pemerintahan Desa (BBPD) di Malang Moh Zain Afif. Rombongan diterima langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Mujiono.

Dalam sambutannya, Yusharto mengatakan pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi perhatian utama Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Mendagri, kata dia, menerjunkan tim untuk belajar langsung pada Pemkab Banyuwangi. Hal ini karena Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang terendah, dari 37 kabupaten di Jawa Timur, dalam hal angka kemiskinan. Berkat sejumlah upaya, Pemkab Banyuwangi mampu menekan angka kemiskinan periode 2020 sampai dengan 2021 dengan optimal, yakni sebesar 0,01 atau 1/100 persen dibandingkan dengan kabupaten lain.
“Tentu ini menjadi prestasi tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, sehingga Kemendagri menugaskan kepada kami, untuk banyak belajar dengan Pemkab Banyuwangi yang bisa menekan angka kemiskinan begitu kecil, di tengah tekanan yang begitu besar. Karena jikalau dibiarkan, semua orang akan miskin. Tetapi masih ada pemerintah daerah yang begitu kuat menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan dan memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga masyarakat bisa dicegah untuk masuk ke dalam kategori miskin, apapun level kemiskinannya,” ujar Yusharto.
Menanggapi hal itu, Mujiono mengatakan, penanganan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi merupakan hasil dari kerja keras semua pihak. Selain itu, capaian ini juga ditopang oleh sinergi dan kolaborasi di berbagai lini.
“Dalam menangani kemiskinan kami berkolaborasi, sinergisitas di antara kami semua, gotong royong bagaimana SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) mulai dari sektor swasta, perbankan, pemkab, kecamatan, desa, RT, RW, bergotong royong mengatasi kemiskinan. Kekuatan itulah yang menjadi keunggulan kami dalam menekan angka kemiskinan,” tandas Mujiono.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: Banyuwangi
-
TNI Gelar Gerakan Nasional Ketahanan Pangan di 385 Titik Wilayah Indonesia
-
Inilah Wujud Kepedulian Polri Terhadap Tempat Ibadah
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Klapanunggal Silahturahmi Menyampaikan Pesan Kamtibmas dan Ajak Cegah TPPO Diwilayah Binaan
-
Pererat Kerja Sama Internasional, Menteri Basuki Sambut Baik Ketertarikan Delegasi Jepang Dalam Pembangunan IKN Nusantara
-
OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bone Berkesempatan Ke Kabupaten Pinrang
-
Gus Halim Minta Bupati Pesisir Selatan Jaga Kerukunan Warga Transmigran
-
LaNyalla Beberkan Penyebab APBN Semakin Lemah Tanggung Tugas Negara
-
Respon Cepat BWSS VII dan Dinas PUPR Atasi Jebolnya Irigasi Sayap Kanan Bendung Manjuto
-
Penembakan di Kantor MUI, Sejumlah Orang Terluka dan Pelaku Meninggal Dunia
-
PBNU Beri Penghargaan Kapolda Jateng karena Perhatian Besar Vaksinasi di Pesantren

