Dugaan Korupsi dan Penggelapan Aset di UPI Serang, Wakil Rektor Jadi Sorotan

REAKSIMEDIA.COM | Serang, Banten – Dugaan korupsi, penggelapan aset, dan penyalahgunaan wewenang mencuat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang. Isu ini terungkap setelah seorang pemerhati pendidikan, Didi Taksidi, mengungkapkan adanya masalah keuangan di kampus tersebut. Berdasarkan hasil audit keuangan, UPI Serang tercatat memiliki tunggakan pembayaran dari mahasiswa sejak 2020 yang semakin bertambah setiap tahunnya.

“Universitas ini menunggak pembayaran mahasiswa terkait SPP yang terus membengkak. Ini patut dipertanyakan, kemana uangnya?” ujar Didi Taksidi saat ditemui di Utan Kayu, Selasa, (18/3/2025).

Didi juga menyoroti ketidaktransparanan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan oleh UPI Serang, yang mencurigakan.

“Ini uang rakyat, uang negara. Harus ada transparansi! Jangan sampai hal ini terus dibiarkan,” tegasnya.

Indikasi Keterlibatan Wakil Rektor UPI Serang

Berdasarkan temuan sementara, dugaan penyimpangan ini melibatkan Wakil Rektor I UPI Serang, yang bertanggung jawab langsung atas masalah keuangan ini. Didi menyatakan, “Wakil Rektor I yang mengelola kemahasiswaan harus bertanggung jawab penuh atas masalah ini.”

Kerja Sama dengan Pihak Ketiga “Let’s Go”

Selain masalah tunggakan SPP, Didi juga mengungkapkan adanya kerja sama yang tidak jelas antara UPI Serang dengan pihak ketiga yang dikenal dengan nama “Let’s Go”. Transparansi mengenai kerja sama ini menjadi sorotan, mengingat belum ada penjelasan yang memadai terkait hubungan tersebut.

Tindak Lanjut dan Potensi Langkah Hukum

Didi Taksidi menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan tidak hanya berhenti di UPI Serang.

“Kami sedang menelusuri indikasi serupa di berbagai lembaga pendidikan lainnya di Indonesia,” ungkapnya. Jika ditemukan unsur pidana dalam kasus ini, pihaknya tidak akan ragu untuk menempuh jalur hukum.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama dalam dunia pendidikan, dengan banyak pihak yang berharap agar transparansi dan akuntabilitas keuangan di dunia pendidikan dapat segera dipulihkan.

Baca juga:  Dirresnarkoba Polda Banten Berikan Apresiasi Personel Berprestasi

Laporan : Ria Satria

Tags: