Dukung Arahan Presiden Prabowo, TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Manokwari

REAKSIMEDIA.COM | Manokwari – Peternak sapi di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, masih menghadapi keterbatasan layanan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Kondisi ini berisiko menyebabkan keterlambatan deteksi dini penyakit pada hewan ternak. Untuk menjawab persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi program Posyandu Ternak Keliling dengan menghadirkan petugas kesehatan ternak secara langsung ke peternakan dan lapangan.

Sebanyak 1.000 ekor sapi di Distrik Prafi telah diperiksa melalui Posyandu Ternak Keliling TEP UNAIR. Dari jumlah tersebut, 150–250 ekor memerlukan pemeriksaan lanjutan. Peternak juga mendapatkan pendampingan terkait kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, serta pemberian pakan. Program ini mendapat apresiasi dari peternak karena membantu menghemat biaya pemeriksaan kesehatan sapi.

“Posyandu Ternak Keliling ini sangat membantu kami sebagai peternak. Kami bisa memeriksakan kesehatan sapi dan mendapatkan obat cacing secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya,” ujar Siswanto, peternak di kawasan SP3, Rabu (28/10/2026).

Melalui program ini, peternak didampingi untuk memahami kondisi ternak dan menentukan langkah pemeliharaan yang tepat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar sapi mengalami cacingan dan terserang parasit . Tim TEP UNAIR juga mencatat rekam medis ternak untuk memantau perkembangan dan kondisi kesehatan sapi milik masyarakat.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Papua dan penguatan kemandirian pangan hingga tingkat provinsi, bahkan kabupaten. Arahan tersebut disampaikan pada 17 Desember 2025.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya peran akademisi dalam membantu masyarakat melalui Tim Ekspedisi Patriot.

“Program ini menghadirkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” ujar Menko AHY dalam sesi Town Hall pada acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026) lalu.

Baca juga:  Pembangunan Jembatan Terus Dikebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel Pasang Begisting Pondasi

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menekankan pentingnya komitmen peserta Ekspedisi Patriot untuk bekerja secara maksimal dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” ujar Menteri Iftitah di Jakarta pada (31/07/2026) lalu.

Tags: