Dukung Program Pemerintah, Pemdes Resno Gelar Pelatihan Stunting

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Pemerintah Desa Resno Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka Stunting, kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Resno juga dihadiri berbagai instansi terkait di Kecamatan V Koto serta personel TNI-Polri, Jumat (15/11/24).

Kepala Desa Resno Mardalius dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut bermaksud untuk semakin memperkuat pemahaman warganya dalam pencegahan terjadinya Stunting di desanya.

“Hampir 3 tahun ini kita terus mengadakan pelatihan Stunting untuk terus mengedukasi warga agar semakin tahu dan paham akan indikator Stunting serta cara cara pencegahannya, yang nantinya dapat berguna menurunkan atau mencegah sejak dini terjadinya Stunting di tengah warga kami,” ungkapnya.

Kades juga menjelaskan bahwa penanganan Stunting merupakan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.

“Alhamdulillah, ada kemajuan dalam penanganan Stunting di Desa Resno, di tahun 2023 ada angka Stunting sebanyak 2 orang di sini, dengan adanya angka Stunting disini, kita mendapatkan program nasional berupa program Sanitasi Masyarakat Desa Individu sebanyak 25 Unit dan pekerjaannya masih berjalan saat ini, dan lanjutannya untuk penanganan Stunting Desa Resno di tahun 2025 akan mendapatkan program Sanitasi berbasis IPAL Komunal (Instalasi Pembuangan Air Limbah Terpadu), dimana semua ini merujuk untuk pencegahan Stunting di desa kami, dan kami berharap kedepannya mimpi kami untuk mewujudkan desa bersih dapat tercapai,” ungkapnya.

Dilanjutkan Mardalius bahwa saat ini program penurunan dan pencegahan Stunting di desanya terus dipacu dengan berbagai program yang ada yang bertujuan untuk menciptakan pola hidup bersih dan sehat ditengah masyarakat dengan mewujudkan Program Desa Bersih.

“Desa Bersih itu, adanya Sanitasi yang baik, Air Bersih untuk kebutuhan masyarakat, tinggal pengelolaan sampah dilingkungan masyarakat untuk menciptakan kebersihan lingkungan, program Sanitasi warga kita hinbau tidak BAB (Buang Air Besar) sembarangan lagi di sungai atau saluran irigasi, Air Bersih warga kita himbau tidak lagi mandi dan mencuci di sungai dan irigasi, warga tidak membuang sampah sembarangan di Sungai dan saluran irigasi, ini mimpi yang belum terwujud, saya berharap di tahun 2025 dapat terwujud mimpi ini didalam tujuan untuk mendukung pencegahan Stunting, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan program ini (Program 3 R), sebab pola hidup bersih juga bagian terpenting untuk mencegah Stunting,” jelasnya.

Kedepannya,, Kedas berharap masyarakat juga dapat bersinergi dalam mendukung Pemerintah Desa untuk mewujudkan Desa Bersih.

Baca juga:  Ditinggal Belanja di Pasar Lubuk Pinang, Motor Warga Manjunto Jaya Raib Digondol Maling

“Mari bersama kita bersinergi untuk mewujudkan Desa Bersih, sebab Desa Resno telah banyak mendapatkan dukungan dari pemerintah, baik pusat dan daerah, berbagai macam program pemerintah telah hadir di Desa Resno, masyarakat juga harus berkontribusi terhadap program ini, jangan BAB sembarangan, jaga kebersihan, dan komitmen kita dalam kebersamaan kita untuk menjaga lingkungan, semoga program 3R/Bank Sampah dan program Sanitasi lingkungan dapat terwujud di desa kami, ini terus berulang kali kami sampaikan baik kepada Pemerintah Kabupaten dan provinsi maupun pusat, agar mimpi ini dapat terwujud di desa Resno, kedepannya, Bupati dapat menerbitkan Perbub untuk desa agar dapat menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) sehingga dana desa dapat digunakan untuk pembiayaan operasional Bank Sampah, sehingga sampah tidak lagi di buang sembarangan oleh masyarakat, kalau tempat sampah mungkin bisa kita upayakan dari Dinas LH atau Dinas terkait lainnya, tinggal pembiayaan untuk operasional petugas sampah,” harapnya.

Sementara itu, Camat V Koto Feri Irawan SH Msi menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan Stunting oleh Pemdes Resno dalam tujuan untuk pencegahan dan penurunan angka Stunting wilayah Kecamatan V Koto.

“Semoga dengan kegiatan ini semakin memberikan wawasan dan pencerahan yang lebih baik kepada para kader Stunting, kader posyandu maupun masyarakat yang hadir dalam acara ini, dalam tujuannya untuk kebersamaan menekan/mencegah terjadinya angka Stunting di desa Resno, walaupun saat ini Desa Resno Zero Stunting, namun harus tetap kita pertahankan, yang jelas dengan kegiatan ini kita semakin paham dan semakin tahu untuk mempertahankan Desa Resno Bebas Stunting (Zero Stunting),” tutup Camat.

Terlihat para peserta yang terdiri Kader Posyandu, Kader Pos Bintu, Bidan Desa, PKK dan masyarakat Desa Resno sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dengan Nara sumber dari Dinas Kesehatan, Mukomuko Puskesmas V Koto dan Pos KB V Koto.

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: