REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara — Suasana pagi yang tenang di Jalan PAM Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara mendadak berubah gempar pada Senin (10/8/2026) sekira pukul 07.00 WIT.
Warga setempat dikagetkan oleh penemuan sesosok tubuh laki-laki yang tergeletak tak bernyawa di samping sebuah mobil pick-up hitam di pinggir jalan.
Belakangan diketahui, korban adalah Ardi Mumulati alias Ago (46), seorang wirausahawan yang bermukim di desa setempat.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap saat Robinson Masuru (59) mengendarai sepeda motornya meninggalkan rumah dengan niat meminjam linggis ke kediaman kerabatnya. Baru berkendara sekitar 100 meter, pandangan Robinson tertuju pada sesosok tubuh yang terbaring kaku di tepi jalan. Memiliki firasat tak enak, ia pun menghentikan laju motornya dan bergegas mendekat.
“Saya mendekat dan kaget ternyata itu Sdr. Ardi Mumulati alias Ago. Saya coba panggil namanya berulang kali, ‘Ago, Ago’, tapi sama sekali tidak ada sahutan. Saat melihat ada ceceran darah di sekitar korban, saya panik, berteriak meminta tolong ke warga, dan langsung menghubungi pihak keluarga,” tutur Robinson saat menceritakan detik-detik penemuan tersebut.
Kepergian Ardi yang mendadak meninggalkan duka mendalam sekaligus terkejut bagi pihak keluarga. Kerabat korban, Rudi Mumulati (57), menceritakan bahwa tidak ada tanda-tanda aneh pada diri korban sehari sebelum kejadian. Korban diketahui baru kembali ke rumah pada Minggu malam menjelang tengah malam, sekira pukul 24.00 WIT. Saat itu, ia dan Ardi bahkan sempat duduk bersama di ruang tengah, menikmati suguhan kue sambil berbincang hangat hingga larut malam.
Memasuki subuh sekira pukul 05.30 WIT, Ardi terbangun untuk mengambil air dan mencuci muka. Kepada keluarga, ia berpamitan keluar sebentar untuk membeli ikan segar yang rencananya akan dimasak untuk santapan bersama pagi itu. Namun, niat sederhana membeli lauk pauk tersebut menjadi aktivitas terakhir Ardi sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa beberapa jam kemudian.

Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan identifikasi fisik awal serta mengumpulkan keterangan dari para saksi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kepolisian. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain maupun tanda-tanda unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Pihak keluarga membeberkan bahwa Ardi selama ini memang memiliki riwayat penyakit jantung. Diduga kuat, korban mengalami serangan jantung mendadak (colaps) saat tengah berjalan di area tersebut hingga jatuh tersungkur.
Atas dasar riwayat medis dan hasil pemeriksaan kepolisian yang menunjukkan tidak adanya kejanggalan, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima peristiwa ini sebagai musibah.
Keluarga pun memutuskan untuk menolak prosedur visum maupun otopsi lanjutan dan memilih untuk segera membawa jenazah Ardi Mumulati ke rumah duka guna dipersiapkan proses pemakamannya secara layak di Desa Gosoma.
Laporan : Edwin Tatipang
Tags: halmahera utara
-
Alhamdulillah; Kafilah Kabupaten Pinrang Berada di Posisi 4 Lomba STQH di Kabupaten Kepulauan Selayar
-
Prof Hasbi Tanda Tangani Dokumen Penyelenggaraan SPIP pada Mahkamah Agung
-
Warga Sukaresmi Urunan Dana Perbaiki Jalan Longsor di Jembatan Satu
-
Tim Tabur Kejagung bersama Tim Kejati DKI Jakarta Berhasil Amankan ‘Dr.Joko Sutrisno’ yang Merupakan Buronan Tipikor
-
Acara Irama Ramadhan di Golden Boutique Hotel Kemayoran: Menghadirkan Artis Legendaris dan Kebersamaan Mahasiswa Sulawesi Tenggara
-
Vaksinasi bagi Siswa-Siswi SD Negeri Kalices
-
Tebar Kebaikan Berbagi Berkah, Danrem 174/ATW Merauke Bagikan Takjil Kepada Masyarakat
-
Bupati Alfedri Minta Warga Produktif di Musim Pendemi Covid-19
-
Presiden Jokowi Hadiri Jamuan Santap Siang Kenegaraan oleh Presiden Tanzania
-
SSDM Polri gelar “He For She Award” Wujud Komitmen dan Dukungan Terhadap Perempuan di Lingkungan Polri


