Gelar Soseperda Tentang Sistem Kesehatan di Medan Perjuangan, Parlin Sipahutar: Siapapun Walikotanya, Program UHC Harus Dipertahankan dan Ditingkatkan Manfaatnya

REAKSIMEDIA.COM | Medan – Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan Parlindungan Sipahutar SH MH tatkala melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Soseperda) V Tahun 2024 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar di Jalan H.M Yamin GG. Ketoprak Kelurahan Sei Kera Hilir 2 Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan, turut dihadiri Kasi Trantib Kecamatan Medan Perjuangan, Lurah Sei Kera Hilir 2, Dinas Sosial dan masyarakat yang hadir di acara tersebut, Sabtu (25/5/24).

Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat ini mengatakan bahwa sejak diberlakukannya program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution, telah banyak warga Kota Medan yang telah merasakan manfaat dari program tersebut.

“Saya berharap, siapapun Wali Kota Medan yang akan terpilih pada Pilkada November mendatang, wajib melanjutkan program ini, bukan hanya dilanjutkan, tapi juga harus ditingkatkan kualitasnya, kualitas layanan kesehatan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Medan yang masuk program UHC” pinta Dewan yang akrab disapa Bang Parlin ini.

Menurut politisi senior Partai Demokrat Kota Medan ini, kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Untuk itu, pihaknya bersama Pemko Medan bersepakat meluncurkan program UHC dalam tujuannya untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Medan.

“Alhamdulillah saat ini sudah hampir seluruh masyarakat Kota Medan sudah terpenuhi hak pelayanan kesehatannya melalui program UHC ini,” ungkap Parlin.

Parlin berharap ke depannya di setiap kelurahan ada minimal satu fasilitas kesehatan, apakah itu Puskesmas atau Puskesmas Pembantu. Dan puskesmas yang ada saat ini juga harus terus ditingkatkan pelayanan dan fasilitasnya.

“Lebih baik ada pusat pelayanan untuk Lansia di setiap kelurahan, jika ada lansia yang tidak bisa berobat ke Puskesmas, pihak Puskesmas yang memberi pelayanan ke rumah lansia tersebut. Selain itu, pelayanan USG juga harus dilengkapi di Puskesmas agar ibu hamil bisa terbantu, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk USG di rumah sakit,” harapnya.

Dijelaskannya, bahwa semua itu bisa dilakukan oleh Pemko Medan dalam hal ini Dinas Kesehatan. Pasalnya, anggaran yang dialokasikan dari APBD Medan cukup lumayan besar untuk pelayanan kesehatan itu. “Ya, anggarannya sangat besar, berkisar 2,7 triliun,” ungkapnya.

Baca juga:  Wakil Rakyat dari Partai Demokrat Medan Gelar Sosper Tentang Penanggulangan Kemiskinan, Parlin Sipahutar : Pemko Medan Harus Maksimalkan Bantuan Kepada Warga Miskin dan Kurang Mampu Untuk Penguatan Ekonomi

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini berkeyakinan, jika pelayanan, fasilitas, dan SDM kesehatan terpenuhi, masyarakat Kota Medan tak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar negeri. “Saya pernah lihat di RSUD dr Pirngadi Medan, fasilitas yang ada di rumah sakit itu sudah cukup canggih. Sayangnya, fasilitas-fasilitas itu tidak termanfaatkan secara maksimal karena banyak masyarakat yang belum tau. Termasuk juga fasilitas ambulans gratis, di RSUD dr Pirngadi juga ada,” ungkapnya.

Sementara, perwakilan RSUD dr Pirngadi Medan Gibson Girsang menyampaikan bahwa garda terdepan dalam pelayanan kesehatan adalah Puskesmas.

“Puskesmas berperan dalam mencegah agar masyarakat tidak sakit. Sedangkan rumah sakit berperan mengobati masyarakat yang sedang sakit” terangnya.

“Bagi warga yang tidak dapat ditangani lagi di Puskesmas maka dirujuk ke rumah sakit, kami himbau masyarakat untuk tidak takut untuk berobat. Bagi masyarakat yang sakit, jangan ragu untuk datang ke Puskesmas maupun rumah sakit. Cukup bawa KTP sudah bisa berobat. Walau dalam kondisi emergency bisa langsung ke IGD dr Pirngadi Medan,” paparnya.

Gibson menyebutkan bahwa RSUD dr Pirngadi Medan terus melengkapi fasilitas yang dibutuhkan bagi rumah sakit milik Pemko Medan ini.

“Sejumlah pelayanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis, seperti yang disampaikan Pak Parlindungan tadi, ada layanan ambulans gratis. Bisa menghubungi kontak person di bagian ambulans, kami juga melayani pasien cuci darah. Pasien bisa kami jemput dan antar. Obatnya juga bisa diantar ke rumah. Ada juga pelayanan fisioterapi bagi lansia. Ada juga pelayanan medical checkup, tapi khusus ini masih berbayar tidak gratis,” jelas Gibson.

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: