REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda untuk Rakyat (DPP GEMURA) melaksanakan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, DPP GEMURA menyalurkan satu ekor sapi dan dua ekor kambing kepada masyarakat sekitar. Proses distribusi hewan kurban turut melibatkan kader dan relawan organisasi guna memperkuat nilai solidaritas sosial serta semangat gotong royong.
DPP GEMURA menilai Iduladha bukan hanya sekadar ibadah ritual, melainkan momentum untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah momentum Hari Raya Kurban, publik saat ini juga tengah menyoroti polemik bantuan hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang pengadaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).

Menanggapi hal tersebut, DPP GEMURA menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi. Namun, organisasi kepemudaan tersebut mengingatkan agar kritik tetap disampaikan berdasarkan data, argumentasi hukum, dan etika demokrasi yang sehat.
Menurut GEMURA, berdasarkan penjelasan resmi pemerintah, bantuan hewan kurban Presiden merupakan program negara yang telah dianggarkan secara resmi dalam APBN dan bukan merupakan praktik baru dalam tata kelola pemerintahan nasional.
“Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari lembaga negara yang menyebut kebijakan tersebut melanggar ketentuan hukum maupun mekanisme penganggaran negara,” demikian pernyataan DPP GEMURA dalam keterangannya.
Koordinator Presidium DPP GEMURA, Rajih Musa’ad, mengatakan perbedaan pandangan politik seharusnya tidak menghilangkan semangat persatuan dan nilai kebangsaan, terutama dalam momentum keagamaan seperti Iduladha.
“Dalam demokrasi, kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dan harus dihormati. Tetapi kritik juga harus dibangun dengan tanggung jawab, data, dan niat untuk memperbaiki, bukan sekadar menciptakan kegaduhan publik,” ujar Rajih Musa’ad, Rabu (27/5/2026).

Ia mengaku prihatin apabila momentum Iduladha justru dipenuhi narasi saling menjatuhkan dan polarisasi yang dinilai tidak produktif bagi masyarakat.
“Iduladha mengajarkan pengorbanan dan keikhlasan, bukan kebencian dan permusuhan. Kita boleh berbeda pandangan politik, tetapi jangan sampai kehilangan etika publik dan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” lanjutnya.
Melalui momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, DPP GEMURA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas nasional, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun budaya demokrasi yang sehat, dewasa, dan berorientasi pada persatuan bangsa.
Tags: jakarta
-
Dakwaan Jaksa Tak Dapat Dibuktikan Dalam Dugaan Gratifikasi dan TPPU, Nurhadi Laksanakan Mubahalah
-
Babinsa Koramil Kuala Kencana Melaksanakan Pendampingan Pelatihan Teknologi Pertanian Pembuatan Pupuk Organik
-
Melalui FGD, Kunker Kapolres Mukomuko Sapa Masyarakat di Wilayah Hukum Polsek Mukomuko Selatan dan Sungai Rumbai
-
Kejaksaan Agung Memeriksa 5 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditas Timah
-
Gandeng Kemendagri, Kemenkominfo Sosialisasikan Migrasi TV Digital ke Camat dan Lurah
-
Kodim 1510/Sula Gelar Upacara Pembukaan TMMD Ke-123 Tahun 2025
-
Hari Raya Idul Adha 1443 H, Polda Kepri dan Jajaran Sembelih 53 Ekor Sapi dan 37 Ekor Kambing
-
Terima Kunjungan Kehormatan Menteri Keamanan Publik RRT, Wapres Tekankan Peningkatan Kerja Sama Penegakan Hukum dan Keamanan
-
Paranormal Eyang Ratih Somasi Pelaku Penggelapan dan Penipuan yang Catut Namanya
-
Ucap Syukur Warga Atas Fasilitas Pasar Murah Kajari Pinrang, Sambut HUT Kejari Ke 79

