GEMURA Apresiasi Merapi National Economic Forum 2026, Dorong Anak Muda Utamakan Dialog dan Gagasan

REAKSIMEDIA.COM | Yogyakarta – Gerakan Muda untuk Rakyat (GEMURA) mengapresiasi penyelenggaraan Merapi National Economic Forum (MNEF) 2026 yang mengangkat tema “Kemakmuran Ekonomi di Era Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan”. Forum yang mempertemukan akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda tersebut dinilai berhasil menghadirkan ruang diskusi produktif mengenai masa depan ekonomi Indonesia di tengah percepatan perkembangan teknologi.

Menurut GEMURA, MNEF 2026 menjadi salah satu inisiatif kepemudaan yang patut mendapat perhatian karena mampu menghadirkan diskursus strategis mengenai ekonomi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan dengan format yang modern dan berkualitas. Apalagi, forum tersebut diinisiasi oleh anak-anak muda yang sebagian masih berusia di bawah 20 tahun.

Perwakilan GEMURA yang hadir dalam forum itu, Rajih Musa’ad, menilai keberanian generasi muda dalam membangun ruang dialog intelektual layak menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia.

“Ini adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Di usia yang masih sangat muda, penyelenggara mampu menghadirkan forum yang tidak hanya membahas isu-isu strategis bangsa, tetapi juga menyajikannya dalam format diskusi yang berkualitas dan berkelas. Ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar pengikut perubahan,” kata Rajih dalam keterangannya, Senin, (8/6/2026)

Rajih menilai Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak ruang diskusi yang mendorong pertukaran gagasan dan solusi, terutama di tengah tantangan ekonomi global, transformasi digital, dan perkembangan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat.

Menurut dia, penyampaian aspirasi tidak selalu harus dilakukan melalui aksi turun ke jalan. Kritik yang berkualitas, kata Rajih, dapat lahir dari argumentasi yang kuat dan berbasis data.

“Saya melihat masih ada sebagian anak muda yang berpikir bahwa satu-satunya cara menyampaikan aspirasi adalah dengan turun ke jalan. Padahal, kritik yang berkualitas tidak selalu lahir dari teriakan yang paling keras, melainkan dari argumentasi yang paling kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Namun, generasi muda juga perlu membangun tradisi intelektual yang kuat agar tidak mudah terjebak dalam mobilisasi emosional yang tidak menghasilkan solusi nyata.

“Kita menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun jangan sampai anak muda hanya menjadi massa yang digerakkan oleh kepentingan tertentu tanpa memahami substansi isu yang diperjuangkan. Lebih berbahaya lagi apabila aspirasi yang awalnya baik justru diarahkan pada tindakan destruktif yang mengganggu stabilitas sosial dan merugikan masyarakat luas,” katanya.

Rajih menilai forum seperti Merapi National Economic Forum menunjukkan bahwa partisipasi anak muda dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih substantif dan konstruktif.

Baca juga:  Polsek Caringin Cek TKP Terkait Laporan Adanya Kebakaran Ponpes Rubhat Nurul Fajri di wilayah kecamatan Caringin

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi. Di forum seperti inilah anak-anak muda diajak berdebat dengan data, berdiskusi dengan gagasan, dan menguji pemikirannya secara terbuka. Ini adalah bentuk partisipasi yang jauh lebih produktif bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rajih menekankan bahwa kemajuan teknologi saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran ekonomi. Menurutnya, kemajuan bangsa harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia, budaya berpikir kritis, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak bisa membangun kemakmuran ekonomi, menghadapi era digitalisasi, dan memenangkan persaingan kecerdasan buatan hanya dengan politik kemarahan. Kita membutuhkan ruang-ruang diskusi, forum gagasan, riset, inovasi, dan kolaborasi. Anak muda harus menjadi produsen solusi, bukan sekadar konsumen provokasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, GEMURA juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan Merapi National Economic Forum dalam berbagai program pengembangan kepemudaan, literasi digital, kepemimpinan, pendidikan kebangsaan, serta forum-forum diskusi strategis yang melibatkan generasi muda dari berbagai latar belakang.

“Kami melihat adanya kesamaan visi antara GEMURA dan Merapi National Economic Forum dalam membangun generasi muda yang kritis, inovatif, dan berorientasi pada solusi. Karena itu, kami menyambut baik peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi anak muda Indonesia,” ujar Rajih.

Sebagai penutup, Rajih mengajak generasi muda untuk lebih selektif dalam menerima informasi maupun berbagai ajakan yang beredar di ruang publik.

“Jangan sampai masa depan kita ditentukan oleh orang-orang yang bahkan tidak kita kenal rekam jejak, kompetensi, maupun tanggung jawabnya. Anak muda harus kritis, tetapi juga rasional. Bangun pendapat berdasarkan data, fakta, dan kepentingan bangsa,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Merapi National Economic Forum 2026, GEMURA berharap semakin banyak ruang dialog yang mampu melahirkan generasi muda yang berpikir strategis, menyampaikan kritik secara konstruktif, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, serta berdaya saing di era digital.

Tags: