Hari ke-2 Kunker, Wapres Tinjau Sanggar Batik Semarang 16

REAKSIMEIDA.COM | Semarang – Usai membuka H20 di Padma Hotel, hari berikutnya, Jumat (18/11/2022), Wapres meninjau UMKM di Sanggar Batik Semarang 16, yang berlokasi di Tembalang, Semarang.

Tiba di lokasi, Wapres disambut oleh Plt. Walikota Semarang Hevearita Rahayu dan pemilik Sanggar Batik Semarang 16 Seraci Adi Putri Widepuri. Selanjutnya Wapres menuju ruang _workshop_ dimana batik-batik diproduksi dan juga sebagai tempat pelatihan bagi warga sekitar maupun masyarakat umum.

“Berapa lama pembuatan kain batik?” tanya Wapres memulai percakapan.

“Semakin tipis semakin susah. Kalau yang ini [ _printing_] lebih cepat. Biasanya kalau ada orderan seragam, kami menggunakan cap ( _printing_). Sementara untuk batik tulis seperti motif bunga 1 bulan karena penuh motifnya, karena detil-detil banget,” jelas Seraci.

“Kalau kainnya? Sama saja atau beda-beda?” tanya Wapres kembali.

“Katun semua, katun primis. Bahan sutra lebih sulit lagi karena kainnya lari ke mana-mana,” jawab Seraci.

Kepada Wapres, CEO generasi kedua ini menjelaskan bahwa Sanggar Batik Semarang 16 dibangun pada 2005, dan memiliki 219 motif Semarang. Motif-motif tersebut diambil dari kecamatan, kelurahan, dan ikon-ikon terkenal yang berasal dari Semarang, seperti gedung bersejarah Lawang Sewu, makanan khas lumpia dan tahu gimbal. Sebagai upaya melindungi hak kekayaan intelektual, pada 2010 semua motif tersebut telah dipatenkan.

Selain batik, Seraci mengatakan, beberapa produk yang juga dijual di sanggar tersebut adalah makanan buatan dari sorgum dan sukun. Meskipun harga lebih tinggi dari tepung, rasanya lebih enak dari tepung.

“Ini buatan sukun, dan ini sorgum bisa jadi brownis, roti tawar, dan getuk. Di Kota Semarang saat ini ada gerakan menanam 70ribu tanamna sukun. Utk ketahanan pangan pengganti beras,” jelas Seraci.

Baca juga:  Perang Sarung Kembali Marak, ini Imbauan Polda Jateng

“Yang masih kendala masih mahal harganya dari terigu. Sorgum juga lebih mahal dari terigu, namun kadar gulanya lebih rendah,” tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres memberikan tanda tangan di salah satu motif batik yang sedang dibuat oleh pembatik yang mengikuti pelatihan.

Laporan : Suryadi
Sumber : SK-BPMI, Setwapres

Tags: