REAKSIMEDIA.COM | Kabupaten Tangerang – Di duga industri di wilayah kawasan Kecamatan Pakuhaji membuang limbah di sungai, yang mengakibatkan air sungai berminyak serta warnanya hitam dan bau yang dikeluarkan sangat menyengat dan bahkan ikan tambak warga Beting, Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, banyak yang mati dan akibatnya banyak warga yang mengalami kerugian.
“Di duga Sungai tercemar akibat buangan Limbah dari Pabrik yang ada di sekitar sungai Turi, air berminyak dan hitam serta berbau bahkan ikan yang di tambak saya banyak yang mati dan banyak mengalami kerugian apa lagi ikan-ikan saya sudah siap panen,” ujar Ramon salah satu warga pemilik taambak ikan kepada awak media, Senin (19/7/2021).

Ramon pun menjelaskan ini sudah merusak dan mencemari lingkungan dan habitat sungai, kita tahu bahwa masih banyak warga Tangerang yang mengunakan sungai untuk cuci pakaian dan sebagainya.

Ramon berharap kepada Pemerintah dan Instasi terkait, segera mengambil tindakan Hukum dan mengecek lagi industri mana yang sengaja membuang Limbah di sungai, karena akibat pembuang limbah tambak ikan saya banyak yang mati dan air yang biasa di konsumsi warga tidak bisa lagi di gunakan warga,” ungkap Ramon.
Laporan : Sari Gunawan
Tags: kabupaten tangerang
-
Raden Adipati Lantik Enam Pejabat Eselon Dua
-
Pangdam XII/Tpr Buka Turnamen Sujiwo Cup II 2022 di Lapangan Perkasa Tanjungpura
-
Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai 19 M ke Malaysia
-
Pengurus GMPI Jawa Barat Peringati Hari Lahir Generasi Muda Pembangunan Indonesia Yang ke-29
-
Agar Berjalan Lancar dan Merata, Babinsa Koramil Mapurujaya Bantu Pembagian Air Bersih Kepada Warga Binaan
-
Bupati Kendal, Kapolres dan Dandim Terima Penghargaan Presisi Award dari LEMKAPI
-
Mulai Malam Ini, Exit Test PCR Cukup 1 Kali
-
Ungkap Kasus Penyalahgunaan Natkotika Jenis Shabu, Ganja, dan Home Industria jenis Tembakau Sintetis
-
Program Jumat Curhat Polres Bogor Menjadikan Wadah Curhattan Permasalahan Bagi Masyarakat Sebagai Wujud Pelayanan Kepada Masyarakat Kabupaten Bogor
-
Apel Besar Kebangsaan, Gus Halim Tegaskan Prinsip Pendamping Desa

