REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengembangkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T) di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Pembangunan SPALD-T Kota Palembang merupakan bagian dari program Palembang City Sewerage Project (PCSP) yang dilaksanakan melalui kolaborasi pendanaan antara Pemerintah Australia, Kementerian PUPR, Pemprov Sumatera Selatan, dan Pemkot Palembang.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap dengan dikembangkannya IPAL skala perkotaan, pencemaran badan air akibat air limbah domestik yang tidak terolah dapat dicegah, serta memberikan nilai tambah berupa air bersih untuk penyiraman taman-taman dan ruang publik kota.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan program PCSP diharapkan membawa manfaat yang baik untuk penanganan sanitasi bagi masyarakat Sumatera Selatan, dan Kota Palembang pada khususnya.
“Gagasan ini sudah dibuat sejak lama, saya berharap apa yang sudah kita rencanakan dapat bermafaat untuk masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan agar hidup sehat dan tidak ada stunting. Semoga di tahun 2023 ini bisa segera beroperasi dan siap untuk diresmikan,” kata Diana Kusumastuti.

Instalasi pengolahan air limbah domestik (IPALD) yang dibangun melalui kegiatan PCSP ini berada di Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni dengan luas lahan 5,9 hektare. IPALD tersebut dibangun secara bertahap dengan total kapasitas mencapai 20.300 m3/hari. Diharapkan instalasi pengolahan limbah ini dapat memberikan manfaat sampai dengan 21.700 Sambungan Rumah (SR). Selain itu, pengembangan jaringan air limbah dilaksanakan oleh Pemkot Palembang, Pemprov Sumatera Selatan serta Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.
Adapun lingkup pekerjaan Ditjen Cipta Karya sendiri terdiri atas paket B1 – Pressurized pipe A (Transmisi Utama) yang telah selesai pekerjaannya serta paket B2 A – Jaringan pipa utama dan retrikulasi (sub catchment 2) dan paket B2 B – Jaringan pipa utama dan retrikulasi (sub catchment 4) yang ditargetkan selesai pada Juni 2023. Pengembangan IPALD ini mengadopsi teknologi Anaerobic Baffled Reactor (ABR), Biological Trickling Filter (BTF), dan Nitrifying Trickling Filter (NTF). (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Tags: jakarta
-
Harapkan Panglima TNI Baru Lanjut Bangun Kondusivitas Keamanan di Papua
-
Desa Patobong: Rapat Pembentukan Kelompok Tani Baru Melalui Musyawarah Mufakat, Hasilnya Aklamasi
-
Transformasi Ekosistem Pangan, RNI Resmikan Produk Retail Pangan
-
Animo Peserta Lomba Kreasi “Setapak Perubahan” Polri Cukup Tinggi, Ada 849 Karya Anak Bangsa
-
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, 8 Desa di Kecamatan Air Manjunto Siap Membentuk KopDes Merah Putih
-
Sat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Gerebek Rumah Tempat Penanaman Ganja
-
Ketentuan PCR bagi Penumpang Pesawat Udara Disesuaikan
-
Pansus Kehutanan DPRD-SU Kecewa Kepada KPH II Pematangsiantar
-
Kapolsek Kaliwungu Melaksanakan Giat Pendampingan dan Pengamanan Pelaksanaan Vaksinasi
-
Terus Perkuat Konektivitas, DAMRI Layani Angkutan Perintis di Nabire

