REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Upaya pencarian intensif terhadap korban kecelakaan air di objek wisata Air Terjun Jembatan Alam Desa Kokotajaya Kecamatan Tobelo Utara Halmahera Utara, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang jatuh pada Sabtu sore (08/08/2026) berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim Gabungan pada Minggu (09/08/2026) sore pukul 15.01 WIT.
Proses pencarian yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan penuh dinamika, melibatkan sinergi dari Tim SAR, BPBD, TNI/Polri, serta ratusan warga Desa Ruko dan Kokotajaya.
Perjuangan Menembus Air Keruh dan Arus Bawah
Pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIT dengan penyisiran awal oleh warga sekitar, disusul penyelaman oleh personel Tim SAR dan Sat Polair Polres Halmahera Utara. Namun, jarak pandang yang sangat terbatas akibat kondisi air yang keruh sempat menyulitkan proses penyelaman di area tebing air terjun.

Titik terang sempat muncul pada pukul 13.35 WIT ketika Tim Gabungan membentangkan jaring besar mengelilingi area jatuhnya air terjun. Dalam upaya tersebut, jasad korban sempat tersangkut jaring, namun terlepas kembali akibat derasnya pusaran arus bawah air. Meski demikian, tim berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit speaker mini merek Huper Pro 6 yang diduga terjatuh bersama korban.
Penghormatan Tradisi Lokal dan Suasana Tenang
Pencarian ini juga memperhatikan kearifan lokal masyarakat setempat. Atas arahan para tokoh masyarakat dari Desa Ruko, Kokotajaya, dan Popilo, tim menyepakati untuk menjaga suasana tetap tenang dan meminimalisir kebisingan selama proses pencarian berlangsung, guna menjaga kekhidmatan di area objek wisata alam tersebut.

Sebelum upaya penanganan menggunakan jaring dilanjutkan, Tim Gabungan terlebih dahulu menggelar doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Bapak Hentje Hetaria. Setelah itu, penyisiran dilanjutkan secara teliti menggunakan media bantuan bambu pengait oleh warga.
Detik-Detik Penemuan dan Evakuasi Medan Terjal
Tepat pukul 15.01 WIT, jasad korban berhasil ditemukan dan langsung diangkat ke tepian sungai oleh petugas gabungan sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah Polri. Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaos berwarna merah marun dalam kondisi tubuh yang sudah kaku.
Tantangan tak berhenti di situ. Tim Gabungan harus mengevakuasi jenazah menaiki tebing terjal dengan perkiraan ketinggian mencapai 150 meter. Melalui kerja sama dan gotong royong yang solid antara petugas dan masyarakat, proses evakuasi yang cukup berat ini dapat berjalan aman dan lancar.
Setelah diserahkan dan dipastikan selesai di lokasi kejadian pada pukul 17.15 WIT, jenazah korban langsung dibawa menuju RSUD Tobelo dan tiba pada pukul 17.35 WIT untuk penanganan lanjutan.
Laporan : Edwin Tatipang
Sumber : Humas Polres Halut
Tags: halmahera utara maluku utara
-
Pangdam I/BB Ikut Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Wow Mantap, PGRI Pinrang : Siap Gelar Konkerkab 3 dan Sukseskan Porseni PGRI di Soppeng
-
Personel Lanud Sultan Hasanuddin Berikan Pendidikan Karakter Kepada Siswa SMK Darussalam
-
Menparekraf Optimistis Kuliner dan Seni Pertunjukan Kabupaten Bandung Barat Bisa Bersaing di Kancah Internasional
-
Promosikan Bisnis Judi di Akun Instagramnya, Seorang Selebgram Ditangkap Jajaran Polda Jateng
-
Di Balik Angka Triliunan APBD 2026: DPRD Halut Serukan Disiplin Anggaran dan Pengendalian Belanja”Harmoni Pemerintahan Mengawali Masa Sidang Baru dan Pengajuan RAPBD 2026
-
Bakamla RI Gelar Olahraga Bersama Penutupan Patroli Yudhistira 2025 Tahap I
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Babinsa Sanankulon Dampingi Penyaluran BLT DD Warga Binaannya
-
Danrem 071/Wijayakusuma Canangkan Kampung Pancasila Kota Pekalongan
-
Bertolak ke Jawa Tengah, Wapres Tinjau Vaksinasi Covid-19 dan Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem 2021


