REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Rahajeng Purwianti mengungkapkan, jumlah pendaftar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di lingkungan Kemendagri mengalami peningkatan. Padahal, kebutuhan PNS tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding pada seleksi CPNS 2019. “Ternyata animo peserta untuk mengikuti seleksi pengadaan PNS Kementerian Dalam Negeri itu terdapat kenaikan,” ujar Rahajeng saat mengikuti Talk Show Sobat BPSDM, Jumat (17/9/2021).
Rahajeng menuturkan, pada tahun ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 8.755 orang. Mereka bakal mengikuti seleksi untuk menempati kebutuhan PNS Kemendagri pada 2021 sebanyak 197 orang. Jumlah pendaftar itu lebih banyak, dibanding gelaran seleksi pada 2019 yang hanya mencapai angka 8.513 orang. Padahal, menurut ketetapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), pada 2019 kebutuhan PNS Kemendagri sebanyak 370 orang.
Dari jumlah pendaftar tersebut, peserta yang lolos seleksi administrasi yakni sebanyak 6.286 orang. Mereka kemudian berhak melanjutkan ke tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemendagri dan 13 kantor regional Badan Kepegawaian Negara (BKN). Untuk pelaksaan di kantor BPSDM Kemendagri, saat ini tengah berlangsung dari 13 hingga 23 September 2021.
Di lain sisi, Rahajeng menjelaskan, pelaksanaan SKD di titik lokasi mandiri BPSDM Kemendagri digelar dengan disiplin protokol kesehatan. Hal ini mengacu pada sejumlah ketentuan, seperti Peraturan Kepala BKN maupun Satgas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta. “Sehingga bagi peserta ini memang diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan,” kata Rahajeng.
Rahajeng membeberkan, sejumlah ketentuan yang diwajibkan penyelanggara kepada para peserta SKD. Selain menjaga jarak, mengenakan masker tiga lapis, dan pelindung wajah, peserta yang hendak mengikuti seleksi SKD diwajibkan menunjukkan hasil tes Covid-19. Bagi peserta yang berasal dari luar daerah Jawa, Bali, dan Madura harus sudah divaksin minimal dosis pertama. Peserta juga wajib membawa form deklarasi sehat yang telah diisi. Kemudian peserta dianjurkan mengunduh aplikasi Peduli Lindungi.

Saat hendak memasuki ruangan, peserta bakal diukur suhu tubuhnya terlebih dulu. Bila hasilnya melebihi 37,3 derajat celcius, maka akan ditempatkan di ruangan berbeda. Hal ini juga berlaku bagi peserta yang terkonfirmasi positif, tetapi mendapat rekomendasi dokter untuk bisa mengikuti SKD. “Jadi kita siapkan ruangan yang terpisah, yang tidak bersamaan dengan teman-teman yang sedang dalam kondisi sehat,” ujar Rahajeng.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
Wakil Walikota Padang Sidimpuan, Hadiri Pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mataamru) Tahun Akademik 2021-2022
-
Kapolres Malang Ingatkan Netralitas Polri Dan Kondusifitas Kamtibmas Dalam Pemilu 2024
-
Bhabinkamtibmas Lakukan Sambang Warga Binaan Mewujudkan Kemitraan
-
Nikah Massal Gratis di Masjid Istiqlal: 100 Pasangan Dapat Modal Usaha dan Menginap di Hotel
-
Polsek Batam Kota Membagikan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Kenaikan BBM
-
Pangdam dan Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Sambut Kedatangan Presiden
-
Usulkan Dana Desa Naik Jadi Rp5 Miliar, Gus Muhaimin: Desa Subjek Pembangunan
-
Sasaran Fisik TMMD Terus Dikebut, Sumur Bor Membawa Harapan Baru Bagi Warga Todahe
-
Walikota Jambi : Tertanggal 1 Agustus tidak ada Acara Keramaian Apapun
-
Polda Jateng Ringkus Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak yang Mayatnya Dibuang di Kolong Jembatan Tol

