REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan perguruan tinggi tidak boleh lagi memposisikan diri berada di dalam menara gading yang terisolasi dari realitas sosial. Menurutnya, pengalaman berada di tengah masyarakat akan melahirkan solusi yang jauh lebih berdampak dibandingkan hanya berorientasi pada kompetisi antar-institusi.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. ketika memberikan pengarahan pada Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta pada Rabu (29/7) di depan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026.
“Perguruan tinggi tidak boleh lagi memposisikan diri di dalam menara gading. Makna kampus bukan tembok besar yang disekat-sekat, melainkan kehidupan masyarakat itu sendiri. Kami siap menekan tombol konsorsium perguruan tinggi di daerah untuk membantu Pak Menteri Transmigrasi menyelesaikan masalah spesifik di kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan langkah ini dilaksanakan melalui paradigma baru bertajuk Perguruan Tinggi Berdampak yang menempatkan ekosistem akademis sebagai solusi langsung atas tantangan riil di masyarakat. Melalui program ini, akademisi dan pakar perguruan tinggi diterjunkan langsung ke berbagai kawasan transmigrasi melalui Konsorsium Perguruan Tinggi untuk melakukan identifikasi potensi, memetakan tantangan lokal, serta memberikan penanganan berbasis riset empiris dan ilmu pengetahuan.
Wamen Fauzan menambahkan potensi ekosistem pendidikan tinggi merupakan kekuatan dahsyat yang harus diintegrasikan dalam jaringan kolaborasi lintas institusi secara inklusif.
“Bapak dan Ibu sekalian, di Indonesia ada kurang lebih sekitar 4.460 perguruan tinggi. Kemudian ada 303.067 dosen dan 9.967.487 mahasiswa. Ini adalah SDM unggul,” ungkap Prof. Fauzan.
Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 ini diharapkan melahirkan inovasi, rekomendasi kebijakan, serta model pemberdayaan masyarakat yang mampu mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kehadiran para patriot diharapkan menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan sebagai fondasi menuju Indonesia Maju. (MAL)
Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi
Tags: jakarta
-
Ini Strategi Pemenuhan Kebutuhan Jagung Nasional
-
Bakamla RI Deteksi dan Usir Kapal China Coast Guard di Laut Natuna Utara
-
RS Adam Malik Hadirkan Microwave Ablation untuk Pasien Mioma, Tanpa Pembedahan
-
Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Inovasi Daerah, Bidik Hasil Maksimal pada IGA 2026
-
Polsek Cibungbulang Lakukan Olah TKP Terkait Kendaraan Yang Terbakar di Depan Perumahan Mulia Land Bogor
-
Kuasa Dicabut Sepihak, Sudiarto Advokat Asal Jakarta Datangi PN Tanjungpinang dan Siapkan Somasi terhadap WNA Asal Tiongkok
-
Proyek Cor Beton dan Box Culvert PU Diduga Berpotensi rugikan APBD 9,5 Miliar, Diminta KEJARI Berau Kalimantan Timur Untuk Menyelidiki
-
Sinergitas TNI-Polri Wilayah Hukum Polsek Klapanunggal Sambang Warga Desa Leuwikaret Sampaikan Himbauan Kamtibmas dan Ajaka Cegah TPPO
-
Anggota Satgas Yonif 144/JY Melaksanakan Posyandu Lansia Bersama Nakes Puskesmas di Perbatasan
-
Menteri Basuki Instruksikan Percepatan Penyelesaian Bertahap Gate to Gate Tol Jakarta – Cikampek II Selatan


