Kasman Sangaji.SH Minta Aparat Bertindak Cepat Memproses Caleq Kasus Pelecehan Anak di Cirebon

IMG 20230711 WA0029

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Singa yang buas saja tidak makan anaknya, tapi ada ayah tiri yang tega mencabuli anaknya yang masih di bawah umur. Pelaku NSA merupakan tokoh terpandang di Cirebon, dan menjadi caleg salah satu parpol dan digadang-gadang bakal calon Wakil Bupati Indramayu mendampingi Lucky Hakim calon Bupati kota mangga tersebut. Meski sudah silaporkan ke Polresta Cirebon namun hingga kini polisi belum bertindak.

Kuasa hukum korban Kasman Sangaji SH, meminta aparat segera memproses laporan ibu korban sejak Mei 2023, berkas laporan keuangan sudah disertai visum, rekomendasi dari Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), serta psikolog.

“Bahkan si pelaku yang merupakan ayah tiri korban sudah mengaku secara tertulis dihadapan Polisi. Inti dari pengakuan pelaku, ia meminta maaf pada korban dan berjanji tidak lagi menyakiti korban. Namun sudah 2 bulan Polisi belum bergerak”, tandasnya di kantornya di Jakarta, Senin, (10/7).

IMG 20230711 WA0028

Dikatakan, dirinya tak mengerti kenapa polisi belum juga menindak pelaku, padahal bukti visum dan rekomendasi tersebut sudah ditangan Polresta Cirebon. “Apa karena pelaku tokoh terpandang di Cirebon dan punya massa banyak, maka polisi lambat memprosesnya?”, tambahnya mempertanyakan lambatnya penanganan kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kasman menceritakan kenapa peristiwa tragis yang merenggut masa depan korban, menurutnya, peristiwa pelecehan itu sejak 2017, saat usia korban 7 tahun. Pelaku sering mengajak korban keluar rumah hanya berdua saja dengan alasan jalan-jalan dan belanja kebutuhan korban.

Hal itu terus dilakukan pelaku, namun ibu korban yang merupakan isteri pelaku tidak mencurigai kelakuan suaminya. Padahal sejak korban sering diajak keluar oleh suaminya, perilakunya berubah, korban kerap ketakutan bila mendengar suara ayahnya dan kadang emosi berlebihan bila dekat NSA.

Baca juga:  Dihadapan Komite I DPD RI, Mendagri Jelaskan Keserentakan Pusat dan Daerah Jadi Strategi Penanganan Pandemi

“2020 pelaku makin menjadi, korban dipaksa melakukan oral sex dan dicumbui bah orang dewasa padahal usia korban masih 10 tahun saja belum. Peristiwa tragis akhirnya terjadi, dari Januari hingga Februari 2023 pelaku beberapi kali mencabuli korban di sebuah hotel di Cirebon”, ungkap kuasa hukum penuh getir menceritakan peristiwa memilukan bagi korban.IMG 20230711 WA0030

Lalu Kasman mengatakan, pelaku sudah mengasuh korban sejak usia 9 bulan, bahkan korban sudah menganggap pelaku adalah ayah kandungnya. Entah iblis apa yang merasuk ke pelaku hingga begitu tega mencabuli anak tirinya yang diasuh sejak balita.

Sejak peristiwa tragis itu, korban kerap kesakitan di bagian kemaluannya dan bila melihat ayah tirinya pulang korban kerap menghindar bertemu pelaku. Dari situlah ibu korban mulai curiga, lalu menanyakan kenapa selalu menghindar dan menahan sakit.

IMG 20230711 WA0027

Kaget lah ibu korban mendengar pengakuan anak kandungnya, korban kerap diajak ke hotel oleh ayah tirinya dan dicabuli di sana. Siapa yang tak Hancur hatinya mendengar cerita anaknya dicabuli orang terdekat, suaminya sendiri. Ibu korban pun bergegas melaporkan peristiwa pencabulan itu ke Polresta Cirebon, namun polisi belum mengambil tindakan, maka ibu korban meminta bantuan kantor dan Firma hukum Kasman di Jakarta.

IMG 20230711 WA0031

Menurut kuasa hukum korban, pelaku sudah didekati tiga partai politik untuk maju mendampingi Lucky Hakim maju di Pilkada Indramayu, dan korban juga tercatat sebagai caleg salah satu parpol di dapil Cirebon. Pelaku dikenal sebagai tokoh agama dan tokoh pemuda, pelaku juga punya hubungan dengan ponpes Al Zaitun yang viral karena dianggap punya ajaran menyimpang.

Laporan : Ria Satria

Tags: