REAKSIMEDIA.COM | Tangerang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi atas sejumlah capaian pembangunan di Provinsi Banten sepanjang tahun 2021 hingga semester awal tahun 2022. Selain itu, realisasi belanja Provinsi Banten termasuk di atas rata-rata provinsi, meskipun realisasi pendapatan masih di bawah rata-rata provinsi.
“Pesan Pak Mendagri terhadap capaian di Banten laju pertumbuhan lebih tinggi dari nasional. Tingkat pengangguran terbuka juga semakin menurun. Namun gini ratio tingkat ketimpangan harus jadi perhatian kita bersama,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023 Provinsi Banten di Hotel Novotel, Tangerang, Kamis (7/4/2022).
Lebih lanjut disampaikan Suhajar, rata-rata masyarakat Banten berpenghasilan Rp 36.000 per hari. Namun, kata Suhajar, masih ada 344.000 orang yang tergolong miskin ekstrem di Banten.
“Indikator-indikator yang disampaikan Bapak Wagub tadi seperti konektivitas wilayah, angka produktivitas petani dan nelayan. Jadi kawan-kawan Bappeda itu harusnya mensuplai data produk domestik regional bruto. Apabila ada suatu daerah yang rakyatnya mendapat di bawah 15 persen produk domestik regional bruto, maka itu rakyatnya berpotensi melakukan tindak kriminal karena kemiskinan tinggi,” imbuh Suhajar.
Di sisi lain, Suhajar juga menyampaikan prestasi lainnya yang berhasil dicapai Provinsi Banten. Hal itu seperti telah selesainya program strategis nasional, pembangunan tiga ruas jalan baru, jembatan Bogeg di Serang, pembangunan pembangkit tenaga listrik, dan sebagainya.
“Selain itu, penanganan Covid-19 yang cukup baik di Banten, walaupun wilayahnya berdekatan dengan Jakarta yang termasuk 5 besar provinsi tertinggi kasus Covid,” ujar Suhajar.
Selain itu, Suhajar kembali mengingatkan perihal kemiskinan ekstrem, yang tercatat ada 2,3 persen. Suhajar juga mengingatkan agar persoalan stunting menjadi perhatian pemerintah setempat.
“Penanganan stunting kita sudah cukup baik, tapi ini masih membutuhkan perhatian yang serius. Terutama di Kabupaten Pandeglang, prevalensinya 37,8 persen menduduki posisi nomor 26 dari 246 kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi,” terang Suhajar. (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: tangerang
-
Danrem 174/ATW Hadiri Pelantikan Ketua Umum KONI Papua Selatan Masa Bakti 2023-2024
-
Tanamkan Tertib Lalulintas Sejak Dini, Satlantas Polres Mukomuko Kunjungi SDN 02 XIV Koto
-
Haji Uma Sewa Ambulan Antar jenazah Warga Suruwey Aceh Tamiang Meningal di Hari Raya Idul fitri
-
Gerak Cepat Polsek Lubuk Pinang Mediasi Pelajar Terlibat Tawuran Antar Sekolah
-
Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto Pimpin Upacara Sertijab Kasatlantas Polres Kendal
-
Polres Kendal Berikan Bansos kepada Keluarga Anggota Polres Kendal yang Meninggal Akibat Covid-19
-
Geliat Pembangunan Di Kiwirok, Satgas Yonif 143/TWEJ Bersama Masyarakat Bersatu
-
Wujud Dukungan Program Pembangunan, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Balai Kampung
-
Wujudkan Kesejahteraan Keluarga Bagian Strategi Pembangunan SDM Nasional
-
Polri Paparkan Kronologi Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin

