REAKSIMEDIA.COM | Bukittinggi – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Regional Bukittinggi menggelar webinar bertajuk “Membudayakan Pengawasan Internal Manajemen yang Efektif melalui Three Lines Model di Era Digital,” pada Rabu (2/3/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengawasan internal manajemen yang efektif, sehingga dapat mengintegrasikan fungsi pelayanan.
Model pengawasan three lines ini menekankan pada pengawasan internal. Konsepnya, yakni penerapan pengawasan tanpa sekat dan adanya kolaborasi di antara masing-masing lini pengawasan.
Widyaiswara Ahli Utama PPSDM Bukittingi Sastri Yunizarti Bakry yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, model tersebut memiliki tiga aspek, yakni pertama menyediakan produk/jasa kepada nasabah dan mengelola risiko. Kedua, memberikan bantuan, pemantauan, dan tantangan atas berbagai hal terkait dengan risiko. Ketiga, berupa asuransi yang independen dan objektif atas segala hal yang berkaitan dengan pencapaian.

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tumpak Haposan Simanjuntak memaparkan terkait pengawasan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal itu meliputi pengawasan teknis dan pengawasan umum.
“Pengawasan teknis merupakan capaian standar pelayanan minimal, ketaatan kepada norma, standar, pedoman dan dampak pelaksanaan urusan serta akuntabilitas keuangan. Sedangkan pengawasan umum berupa pembagian urusan, kelembagaan, kepegawaian, keuangan daerah, pembangunan daerah, pelayanan publik, kerja sama daerah, kebijakan daerah,” ujar Tumpak.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Tata Kelola Pemerintah Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bea Rejeki Tirtadewi menjelaskan terkait Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang terintegrasi. Menurutnya, SPIP terintegrasi dapat diwujudkan dengan memahami beberapa komponen, di antaranya menetapkan tujuan, adanya struktur, proses, serta target capaian SPIP.
Lebih jauh ia mengatakan, konsep model three lines dalam melindungi nilai atau hasil pembangunan yang telah direncanakan. Konsep itu meliputi manajemen, unit kepatuhan atau koordinator pengelolaan risiko, dan aparat pengawasan intern.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: Bukittinggi
-
Berikan Rasa Aman, Polres Kendal Lakukan Pengamanan Ibadah Natal
-
Gus Menteri Luncurkan Sistem Internet of Thing Budidaya Ikan Koi
-
Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 407/PK, Pos Kamundan Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Door To Door
-
Baladika Mulawarman: Adanya IKN Menjadi Tantangan Bagi SDM Lokal
-
Rudy Susmanto Terima Penghargaan SPM Awards 2025
-
Antisipasi Kegiatan Ilegal, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani Periksa Kendaraan yang Melintas di Jalan Perbatasan
-
Tinjau Perbaikan Jembatan Ngaglik Lamongan, Menteri Basuki Targetkan Rampung H-10 Lebaran 2022
-
Kombes Pol. Drs Parluatan Siregar, MH. bertekad Ingin Memajukan Adat Budaya Tabagsel
-
Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Padangsidempuan Adakan Mini Loka Karya Percepatan Penurunan Stunting
-
Genjot Realisasi APBD, Tim Kemendagri Turun ke Cilegon





