REAKSIMEDIA.COM | Malang – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan bebas diskriminasi. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan kepada warga binaan dan peserta magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungannya, Cris menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak sebagaimana diamanatkan dalam UUD Tahun 1945. Hak tersebut mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang menghadapi kendala sosial, hukum, maupun ekonomi.
“Pemerintah hadir untuk menjamin masa depan Bapak/Ibu setelah masa pembinaan selesai. Melalui kebijakan dan perlakuan khusus, kami ingin memastikan warga binaan dapat kembali bekerja maupun berwirausaha di tengah masyarakat,” ujar Cris.

Sebagai langkah konkret, Cris menjelaskan bahwa sejak awal 2025 Kemnaker telah membentuk Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus. Direktorat ini memiliki mandat untuk memfasilitasi kelompok tenaga kerja khusus, termasuk mantan warga binaan, agar memperoleh akses kerja yang setara dan mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif.
“Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan Kemnaker terhadap proses reintegrasi sosial dan ekonomi. Dengan pembekalan melalui program magang dan pelatihan, diharapkan warga binaan memiliki kesiapan mental serta keterampilan saat kembali ke lingkungan sosial,” katanya.
Menurut Cris, sinergi tersebut diperkuat melalui Nota Kesepahaman antara Kemnaker dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kerja sama ini difokuskan pada pelaksanaan tugas dan fungsi bersama di bidang imigrasi, pemasyarakatan, dan ketenagakerjaan guna memastikan proses transisi warga binaan menuju dunia kerja berjalan optimal.
“Membuka kesempatan kerja bagi mantan warga binaan merupakan wujud penegakan hak asasi manusia. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif bagi seluruh warga negara Indonesia,” tutup Cris.
Sumber : Biro Humas Kemnaker
Tags: malang
-
Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2022 Tuntas, Satu Pelaku Dilakukan Tindakan Tegas
-
“Gereja Ni Kito Pu Rumah Doa” Satgas Pamtas Yonif 126/KC Hadiri Misa Syukur Peresmian Gereja Stasi Yohanes Kalibom
-
Kejaksaan Agung Memeriksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara Tol Japek
-
Film Komedi Romantis Indonesia 2026 “Macam Betool Aja” Siap Tayang, Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Godaan Cuan
-
LaNyalla: Perubahan Pola Hidup Berdampak Pada Ketahanan Sosial Negara
-
Direktur PPSBK Dorong Data SDGs Desa Jadi Bagian dari SDI
-
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Di dampingi Kapolres Dan Bupati Kabupaten Bogor, Berikan Konpensasi Kepada Sopir Angkot
-
Jelang Peringatan Ke-78 Hari Bakti TNI AU, Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Bazar dan Pasar Murah
-
Babinsa Koramil 1710-02/Timika Dampingi Petani Di Wilayah Binaan Dalam Merawat Tanaman Jagung
-
Kekuatan TNI Bergerak Menuju Sasaran, NKRI Harga Mati

