REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan sejumlah definisi kasus yang digunakan pada penyakit hepatitis, sesuai dengan istilah yang digunakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Menurutnya definisi kasus hepatitis tidak jauh berbeda dengan kasus COVID-19 yang saat itu menggunakan suspek, OTG sampai konfirmasi kasus.
“Sama dengan dulu kasus COVID-19, ada yang suspek, ada yang OTG, dan lain-lain sampai konfirmasi. Nah pada kasus hepatitis pun seperti itu,” katanya pada konferensi pers, Rabu (18/5) di gedung Kemenkes, Jakarta.
Definisi kasus pertama adalah Confirmed. Saat ini belum ada yang disebut dengan konfirmasi positif oleh WHO karena sedang dalam penelitian.
Kedua Probable, yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), yakni pada saat pemeriksaan laboratorium tidak ada hepatitis A sampai E, SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L (internasional unit per liter), dan berusia di bawah 16 tahun.
“Untuk kasus ini, pasien tidak terdeteksi hepatitis maka dia salah satu dugaan hepatitis yang belum diketahui penyebabnya, namun hasil laboratorium SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L,” tutur dr. Syahril.
Ketiga, Epi-Linked, yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), terjadi di segala usia, dan kontak erat dengan kasus probable.
Keempat, Pending Classification, artinya sedang menunggu hasil pemeriksaan Lab untuk hepatitis A sampai E, tetapi pasien ini sudah tinggi SGOT maupun SGPT nya yakni di atas 500 IU/L, dengan usia di bawah 16 tahun.
Untuk kasus yang tidak tergolong ke dalam semua definisi kasus tersebut, lanjut Syahril, itu didefinisikan sebagai discarded.
“Discarded itu tambah dari kita yaitu hepatitis akut (virus hepatitis A – E) yang terdeteksi, atau etiologi lain yang terdeteksi. (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik – drg. Widyawati, MKM
Tags: jakarta
-
Jadwal Tanam Tahun 2023-2027 Kabupaten Mukomuko Ditetapkan Bupati, Debiriadi S.Ap: Semoga Petani Kita di DI Air Manjuto Dapat Menyesuaikan Jadwal & Pola Tanam Yang Sudah Ditetapkan
-
Kapolsek Bontomarannu Jamin Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kantor Camat Bontomarannu
-
Rumah Terbakar karena Iseng Bakar Gabus di Dalam Rumah
-
Wapres Minta Kepala Daerah dan Forkopimda Terus Akselerasi Pembangunan Daerah
-
Sinergi TNI-Bulog Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Harga
-
Kapolri Tegaskan TNI-Polri Kawal Seluruh Kebijakan Pemerintah Terkait Pembangunan Papua
-
Kolaborasi Vaksinasi HMI dan SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk di Agustus-September
-
Bupati Dolly Upayakan Agar Bayi Dengan Kelainan Bawaan Lahir Ditangani Secara Maksimal
-
AIWW Ke-2 di Labuan Bajo Berjalan Baik, Indonesia Berharap Dukungan Penuh untuk World Water Forum ke-10 Tahun 2024
-
Seleksi Peserta MTQ Aceh Timur Dimulai, Rocky Ajak Masyarakat Bumikan Al-quran

