Kepala Desa Sasak Panjang Tajurhalang Kabupaten Bogor Klarifikasi Terkait Video Viral Atas Ucapannya

REAKSIMEDIA.COM | Kabupaten Bogor – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sasak Panjang Kecamatan Tajurhalang, menginisiasi acara pertemuan untuk melakukan Tabayyun/klarifikasi Kepala Desa dengan tokoh masyarakat, Ketua RW/RT, dan warga setempat, yang juga dihadiri Perwakilan dari Polsek Tajurhalang, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas di Aula Desa Sasak Panjang Jumat, (19/5/2023).

Dalam sambutanya, Deden Hendri Gunawan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sasak Panjang Kecamatan Tajurhalang, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, atas kehadirannya dalam melakukan bentuk komunikasi dan kordinasi, terkait potongan video viral atas ucapan Andi Umi Yulaikah S.Pd, Kepala Desa Sasak Panjang, yang mengatakan Desa Sasak Panjang Kecamatan Tajurhalang salah satu Desa yang tertinggal, dan Desa penampung curanmor.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kepala Desa dan sekaligus berterimakasih juga sudah memfasilitasi dalam pertemuan ini, untuk melakukan bentuk komunikasi dan kordinasi, atas undangan maupun permintaan dari tokoh masyarakat, Ketua RW dan Ketua RT, dalam menyikapi ucapan Kepala Desa yang sudah viral videonya di tengah-tengah masyarakat,” ujar Deden Hendri Gunawan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sasak Panjang.

Selanjutnya, terkait ucapan Kepala Desa Sasak Panjang, yang mengatakan desa Sasak Panjang di tuduh sebagai penampung curanmor, salah satu mantan pendiri dan pedagang onderdil spare part motor yang sudah berdiri sejak tahun 1983, yang bernama H. Rait Sunarya akhirnya angkat bicara, dan Ia mengaku tidak setuju bila dikatakan desa Sasak Panjang tempat penampung curanmor,

“Saya tidak setuju dikatakan tempat penampung curanmor, memang dulu Desa Sasak Panjang terkenal jelek, tapi itu dilakukan oleh oknum-oknum dari luar dan bukan orang dari desa Sasak Panjang, karena diketahui onderdil terkenal adanya di desa Sasak Panjang, terbukti sampai hari ini, tidak ada pedagang onderdil di desa Sasak Panjang yang pernah berurusan dengan pihak kepolisian,” jelasnya.

Untuk itu, Kepala Desa Sasak Panjang, menjelaskan, bahwa video yang viral dimasyarakat itu sebenarnya, bercerita tentang Flesback kebelakang, bahwa ada tuduhan dulunya, bahwa Desa Sasakpanjang di tuduh Desa tertinggal dan dituduh sebagai desa penampungan curanmor, namun dengan tegas Kepala Desa mengungkapkan, bahwa sekarang desa Sasak Panjang sudah menjadi Desa yang sangat luar biasa, dan ini sekaligus dibuktikan saat Provinsi lain berkunjung dari Bupati Blora beserta Anggota Dewan DPRD Kabupaten Bogor untuk study banding ke desa Sasak Panjang.

Sehingga atas ucapan Kepala Desa terkait potongan video viralnya, akhirnya Andi Umi Yulaikah S.Pd, Kepala Desa Sasak Panjang Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor, memberikan klarifikasi atas ucapan yang disampaikannya pada saat acara kunjungan ke RW 012 Desa Sasak Panjang pada 12 Mei 2023 lalu.

Baca juga:  Pangdam I/BB: Sebelum Apapun, Persiapan Adalah Kunci Utama Menuju Kesuksesan

Dalam pernyataannya, Andi Umi Yulaikah S.Pd, mengatakan atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Desa Sasak Panjang, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan, atau salah penyampaian yang disengaja maupun yang tidak sengajanya.

Andi Umi Yulaikah S.Pd menambahkan, apa bila ada kata-katanya yang menyinggung perasaan masyarakat Desa Sasak Panjang, atas pernyataan yang disampaikannnya, Ia meminta mohon agar dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

“Dimaafkan tidak bapak-bapak, saya tidak ada niat sedikitpun menyakiti, menyinggung perasaan bapak/ibu sekalian,” ungkapnya.

Selanjutnya, Andi Umi Yulaikah S.Pd, mengungkapkan awal permasalahannya, yaitu pada tanggal 12 Mei 2023, sebenarnya Ia merasa sangat bangga, karena desa Sasak Panjang di jadikan sebagai study banding oleh Bupati Blora, bersama DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDIP, GOLKAR, NASDEM dan PKB, dan pada saat itu, diakuinya hanya menceritakan sebuah Flasback tentang desa Sasak Panjang yang mana waktu itu dituduh sebagai desa tertinggal, dan juga di tuduh sebagai desa penampung curanmor, namun dengan kedatangan kunjungan oleh Bupati Blora dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, bahwa sebenarnya, dirinya ingin meyakinkan kalau saat ini desa Sasak Panjang sangat luar biasa.

“Kalau saya menyakiti warga masyarakat desa Sasak Panjang, berarti sama juga menyakiti saya sendiri bapak/ibu, wong saya makan hidupnya, Insya Allah diakhir hidup saya nanti, saya dimakamkan di desa Sasak Panjang, maka dari itu saya tidak akan mengulang kembali pembicaraan yang sudah beredar di masyarakat ke depannya, itu adalah sangat menyakitkan kalau tidak menerima videonya dengan komplit, atas klarifikasi ini merupakan jawaban saya yang paling dalam, mudah-mudahan bapak dan ibu memaafkan atas kesalahan saya yang kemarin yang baik disengaja ataupun tidak, saya hanya manusia biasa tidak luput dari salah dan Dosa, kesempurnaan hanya milik Allah SAW,” ungkap Andi Umi Yulaikah S.Pd, Kepala Desa Sasak Panjang.

Laporan : Hotma Lingga

Tags: