KKP Ajak Tim Ekspedisi Patriot Petakan Potensi Ekonomi Biru untuk Perkuat Kesejahteraan Kawasan Transmigrasi

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 berperan aktif memetakan potensi ekonomi biru di kawasan transmigrasi sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menilai hasil pemetaan yang dilakukan para akademisi dan peneliti akan menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam mengembangkan potensi perikanan dan kelautan berbasis karakteristik setiap daerah, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami mengharapkan Tim Ekspedisi Patriot dapat memberikan masukan-masukan positif bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan, sekaligus memetakan potensi-potensi di daerah sehingga pembangunan ekonomi biru dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan warga pesisir,” kata Didit saat memberikan pembekalan kepada 1.476 anggota Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta beberapa waktu lalu.

Wamen Didit menjelaskan, pengembangan ekonomi biru menjadi salah satu fokus KKP dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya laut. Melalui modernisasi sektor perikanan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hasil tangkapan, memperkuat rantai dingin (cold chain), serta mendorong peningkatan nilai tambah komoditas perikanan agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Selain modernisasi perikanan tangkap, KKP juga mengembangkan sektor budidaya melalui pembangunan sekitar 40 ribu titik budidaya hingga 2029. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara aktivitas penangkapan dan budidaya sehingga pemanfaatan sumber daya laut tetap lestari.

“Kita budidaya tematik lebih kurang 40 ribu. Dari 40 ribu ini, justru nanti yang namanya aquaculture, aquafarming, itu kita lakukan peningkatan ke depan. Sehingga terjadi balancing antara penangkapan dan budidaya. Budidaya makin meningkat, penangkapan makin berkurang,” ujar Wamen Didit.

Baca juga:  SMA Negeri 2 Pematangsiantar Raih Juara Satu Lomba Cerdas Cermat Generasi Millenial Yang Digelar Bank Indonesia

Wamen Didit menambahkan, KKP saat ini juga tengah membangun Program Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia, termasuk sekitar 200 titik di Papua. Secara nasional, sebanyak 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan dibangun tahun ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Untuk itu Wamen Didit berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat turut mengidentifikasi berbagai potensi dan tantangan di lapangan, sekaligus memberikan rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program-program pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pada sesi dialog, Wamen KKP menegaskan konsep ekonomi biru dijalankan melalui pendekatan konservasi, modernisasi armada perikanan, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), serta pengaturan kuota dan waktu penangkapan ikan. Menurutnya, keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian ekosistem menjadi kunci agar pembangunan kawasan pesisir berlangsung secara berkelanjutan.

Selain itu, KKP terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi nelayan serta kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan menjadikan Tim Ekspedisi Patriot sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, pendampingan, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi pesisir.

“Kami ingin seluruh program ini berjalan secara berkelanjutan, dapat dirasakan manfaatnya, dan diterima masyarakat. Dengan dukungan Tim Ekspedisi Patriot, kami optimistis pembangunan ekonomi biru dapat semakin memperkuat kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia,” kata Wamen Didit.

Tags: