REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Festival Film Wartawan (FFW) 2026 resmi bergulir dengan dibentuknya Komite Seleksi Festival Film Wartawan (FFW) 2026 dalam rapat perdana yang berlangsung di Aula Lantai 13 Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (9/7/2026).
Pembentukan Komite Juri menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Film Wartawan 2026 yang selama ini dikenal sebagai salah satu ajang apresiasi bergengsi bagi insan perfilman Indonesia. Sebanyak 21 wartawan film dari berbagai media nasional dipercaya menjadi anggota komite juri untuk mengkurasi sekaligus menentukan film dan sineas terbaik yang dirilis sepanjang periode Oktober 2025 hingga September 2026.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP., menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun ekosistem perfilman nasional.
“Saya sangat yakin bahwa sebuah film tanpa kehadiran teman-teman media tidak akan bergema atau berhasil dalam konteks industrinya. Bagaimanapun juga, media adalah corong utama dari film Indonesia,” ujar Irini.
Menurutnya, industri perfilman tidak hanya bertumpu pada proses produksi semata, melainkan melibatkan ekosistem yang luas, mulai dari pekerja film, aktor, teknologi, penonton, hingga jaringan bioskop. Dalam rantai tersebut, media menjadi elemen penting yang mampu membangun apresiasi sekaligus memberikan kritik yang konstruktif.
“Kritik maupun pujian yang disampaikan media seharusnya menjadi motivasi agar ekosistem perfilman Indonesia semakin kuat dan berkembang,” katanya.
Kementerian Kebudayaan juga memberikan apresiasi atas konsistensi Festival Film Wartawan yang telah memasuki tahun ke-15 penyelenggaraan. Selama ini, FFW dinilai berkontribusi besar dalam meningkatkan literasi perfilman sekaligus mendorong lahirnya karya-karya berkualitas di Indonesia.
Irini menjelaskan, pemerintah hadir sebagai fasilitator agar tata kelola FFW semakin baik serta mampu berkembang secara mandiri pada masa mendatang. Selain menjadi ajang penghargaan bagi insan perfilman, FFW juga diharapkan menjadi ruang yang mendorong kreativitas, inovasi, dan semangat berkarya.

Ia menambahkan bahwa literasi budaya harus menjadi fondasi penting dalam setiap karya film Indonesia. Bahkan, menurutnya, film bergenre horor sekalipun dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya, pelestarian tradisi, pendidikan karakter, hingga realitas sosial masyarakat.
“Kami berharap FFW tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memiliki peta jalan yang jelas, baik untuk perencanaan satu tahun ke depan maupun target pengembangan lima tahun mendatang,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Irini menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendampingi perkembangan perfilman nasional dan mendukung kesuksesan Festival Film Wartawan Indonesia 2026.
“Semoga kita terus mampu mengapresiasi film-film Indonesia, menumbuhkan kreativitas insan perfilman, serta menjadikan media sebagai mitra terbaik dalam memajukan industri film nasional,” pungkasnya.
Festival Film Wartawan 2026 diharapkan kembali menjadi barometer apresiasi perfilman Indonesia yang tidak hanya mengedepankan kualitas artistik, tetapi juga nilai budaya, karakter bangsa, dan kontribusinya terhadap perkembangan industri film nasional
Tags: jakarta
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Tanjungsari giat sambang warga dan ajak Kondusifitas Kamtibmas Aman Terkendali
-
Kebersamaan Lewat Layar dan Sembako Kepala Suku
-
BP3D Wilayah II Tobelo Dorong Standarisasi Kebersihan dan Keamanan Pelabuhan Melalui Aksi Lintas Sektoral
-
Bupati : Ucapkan Terima Kasih Kepada Segenap Masyarakat Kecamatan Angkola Muaratais, Dengan Capaian Vaksin Dosis Pertama Melampaui Target 70 Persen
-
Presiden Jokowi: Pemerintah Hormati Putusan MK Soal Pilpres yang Final dan Mengikat
-
Empat Peran Penting Perguruan Tinggi Dalam Majukan Industri Produk Halal
-
Carut Marut Penyaluran BPNT di Kecamatan Angkola Selatan, Kuat Dugaan Ada Permainan dari Dinas Sosial Tapanuli Selatan
-
Pemerintah Lakukan Investigasi Kontak 3 kasus Hepatitis Akut Pada Anak
-
Harapan Petani Kabupaten Keerom Terhadap Lumbung Pangan Jagung
-
Penuh Kejanggalan Dalam Kelola KMD & Dana Desa, Warga Pondok Lunang Mukomuko Tempuh Jalur Hukum


