REAKSIMEIDA.COM | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Papua untuk mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan perbatasan. Salah satunya dengan pengembangan sarana dan prasarana penunjang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan PLBN ini tidak hanya menjadi kebanggan Bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting sekali adalah fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia – Papua Nugini (PNG).
“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Menteri Basuki.

Saat ini progres fisik pembangunan PLBN Terpadu Yetetkun telah mencapai 97,57%. Pekerjaan ini dimulai pada Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada Mei 2022 dengan anggaran bersumber APBN tahun 2020-2022 (MYC) sebesar Rp115,8 miliar. Diketahui dalam satu minggu jumlah pelintas yang melintasi PLBN Yetetkun ini sebanyak 14 orang dari total jumlah penduduk 2.206 Jiwa (2017).
Pembangunan PLBN ini dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Papua Ditjen Cipta Karya yang terbagi menjadi zona inti dan sub inti. Lingkup pekerjaan pada zona inti meliputi gedung utama PLBN, pos pemeriksaan, pos gerbang, pos TNI, power house, mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), pengadaan peralatan X-Ray dan Thermal Detection, dan portal. Sedangkan untuk zona sub inti akan dibangun rumah pegawai dan zona pendukung seperti kios (pusat ekonomi), lansekap, dan infrastruktur lainnya seperti tempat pengolahan sampah dan penyediaan MCK.
Kehadiran PLBN Terpadu Yetetkun ini membawa dampak positif bagi masyarakat di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Sebab selain PLBN, Kementerian PUPR juga meningkatkan kualitas jalan perbatasan (Trans Papua) pada ruas Merauke-Boven Digoel tersebut untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan. Dukungan konektivitas ini memudahkan masyarakat untuk membawa hasil tani untuk dijual di Patok Batas Negara di mana biasanya diadakan pasar kaget.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan dua PLBN terpadu di Tanah Papua. Pertama PLBN Terpadu Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura pada 2017 silam. Kedua, PLBN Terpadu Sota di Merauke pada Oktober 2021 kemarin. (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Tags: jakarta
-
Kabid Humas Polda Sulsel: Polda Sulsel Konsisten Kawal Perpanjangan PPKM Mikro di Sulsel
-
Hari Kelima Operasi Pallawa 2023 Satlantas Polres Pinrang Jaring Pengemudi Pemula Dan Plat Gantung Kendaraan
-
Atasi Kekeringan di Lahan Persawahan Desa Pasar Ipuh, Pemda Mukomuko dan 3 Perusahaan Swasta Serahkan Bantuan
-
Andi Calo Kerrang Sekda Pinrang Membuka Kegiatan Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
-
Patroli Gabungan Polres Bogor Cipta Kondisi, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
-
Ke Nagarian Tanjung Balik Rimbo Data Mengadakan Halal Bihalal Dan Idul Fitri 1445.H Di Kecamatan Pangkalan Koto Baru
-
BPSDM Kemendagri Gelar Pelatihan Penilaian Angka Kredit bagi Pejabat Fungsional PPUPD
-
Kapolres Kendal Pimpin Upacara Corp Raport dan Wisuda Purna Bhakti Anggota Polres Kendal
-
Penanganan Infrastruktur Sumber Daya Air Pascabencana NTT dan NTB Rampung Maret 2022
-
Dugaan Penganggaran Pemilu, Usin : Distributor Dan Ekspedisi Minyakkita Harus Dijadikan saksi Oleh Bawaslu


