REAKSIMEDIA.COM | Beijing – Pada hari ketiga pelaksanaan Benchmarking Study, Sabtu (21/9/2024), belasan kepala desa dari berbagai wilayah Indonesia diajak mengunjungi Pasar Hongqiang, setelah sebelumnya menyambangi Tembok Besar China.
Kunjungan ke pasar ini memberikan inspirasi baru bagi para kepala desa, terutama dalam hal tata kelola dan pengemasan barang dagangan.
Pasar Hongqiang dikenal menjual berbagai produk, mulai dari alat elektronik, pakaian, hingga perhiasan. Para kepala desa terkesan dengan tata kelola pasar yang rapi dan pengemasan barang dagangan yang menarik. Hal ini dianggap sebagai salah satu aspek yang bisa diadopsi oleh para kepala desa untuk meningkatkan daya tarik pasar-pasar di desa mereka.
Mochammad Fuad, Kepala Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, menyampaikan kekagumannya terhadap kegigihan para pedagang dalam menawarkan barang dagangan. Desa Randupitu sendiri telah memiliki pasar desa yang menjual berbagai kuliner dan kerajinan tangan, termasuk kain batik.
“Para penjual di sini sangat gigih menawarkan produknya. Ini dapat menarik simpati pembeli dan mendorong mereka untuk membeli barang. Kami akan mencoba menerapkan strategi ini di pasar desa kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ujang Ma’mun, Kepala Desa Palasarigirang, Sukabumi, Jawa Barat, menilai bahwa tidak semua praktik yang diterapkan di Pasar Hongqiang dapat diadopsi sepenuhnya. Ia mengkritik metode pedagang yang sering mematok harga terlalu tinggi, sehingga menciptakan ketidakadilan bagi konsumen.
“Para pedagang di sini kadang memulai dengan harga yang sangat tinggi, dan itu bisa menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pembeli. Kejujuran dan keadilan adalah nilai-nilai penting yang seharusnya diterapkan dalam transaksi jual beli,” tegas Ujang.
Menurut Ujang, praktik serupa juga banyak ditemui di tempat-tempat wisata di Indonesia, dan ia berharap hal ini dapat menjadi bahan evaluasi.
“Sering kali kita merasa kecewa ketika uang yang kita anggap cukup untuk membeli 10 barang, ternyata hanya bisa membeli 5. Ini harus menjadi perhatian, meskipun di luar itu, pengalaman di pasar ini sangat berkesan,” tambahnya.
Kunjungan ke Pasar Hongqiang berlangsung selama dua jam, di mana para kepala desa tidak hanya menikmati suasana pasar tetapi juga membeli berbagai suvenir. Mereka didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, Danton Ginting Munthe, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan, Andi Nita Arie, serta Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rosyid, beserta staf lainnya.
Sumber : Humas Kemendes
Tags: Beijing
-
Kapolda Jawa Barat Bersama Kapolres Bogor Tinjau Langsung Kesiapan Personil Dan Pos Pengamanan Lebaran Di Gadog
-
Janda 82 Tahun Terharu Rumahnya Direhab TNI Pada Pelaksanaan TMMD 125 Kodim 1506/Namlea
-
Warga Kampung Melayu Teluk Naga Dikejutkan Sosok Mayat Wanita Mengambang Disungai
-
Plt Mendes PDTT Muhajir Effendy Minta Percepatan Penyerapan Anggaran
-
Sat Samapta Polres Pekalongan Laksanakan Patroli Giat Imbauan Prokes di Pasar Kajen
-
Peduli Kebersihan Lingkungan, Babinsa Koramil 1710-05/Jila Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Jalan
-
Presiden Paparkan Tiga Hal Penting untuk Gapai Indonesia Emas 2045
-
Sat Lantas Polres Pekalongan Gelar Penerangan Keliling untuk Sosialisasikan Aplikasi PeduliLindungi
-
Dua Perwira TNI AD Ukir Prestasi Internasional di Amerika Serikat
-
Berikan Reward Kepada Anggota yang Berprestasi, Ini Pesan Kapolres Tegal Kota

