REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia Komjen Pol Boy Rafli Amar kembali menegaskan label Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai kelompok Teroris.
Hal ini disampaikan Boy saat melakukan kunjungan kerja di Timika, Rabu (9/6/2021).
Ia mengatakan, sesuai dengan undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Terorisme, ada pendekatan yang sifatnya pendekatan lunak (Soft Approach), ada pendekatan yang sifatnya perang melawan terorisme (Hard Approach) yakni menegakan hukum.
“Karena terorisme itukan identik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan berarti yang bisa menimbulkan efek ketidaknyamanan, ketakutan yang luas kepada masyarakat,” kata Boy Rafli.
Untuk itu, perlu adanya pendekatan pendekatan lunak yang harus dipromosikan kepada masyarakat.
Pendekatan lunak itu kata Boy, pendekatan sinergi di dalam penanggulangan terorisme yang berorientasi antara lain, membangun karakter-karakter bangsa.
“Karakter yang cinta damai, karakter yang toleransi, karakter yang menghargai perbedaan sebagaimana nilai- nilai tersebut terkandung didalam ideologi negara kita, negara pancasila,” tegasnya.
Saya yakin kita semua sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, karena salah satu dari tujuan nasional kita itu adalah turut serta mewujudkan perdamaian dunia,” imbuhnya.
Jadi kita semua mempromosikan ke arah sana (Soft Approach), ini tentu berlaku untuk seluruh negara Republik Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Program – program ini yang harus kita ajak kepada seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.
Saat ditanya apakah KKB memiliki tujuan mengganggu agenda besar di Papua, yakni PON XX, Boy Rafli mengatakan jika dipelajari dari motif teroris antara lain adalah memiliki motif ideologi, politik, gangguan keamanan, ingin mengganggu masyarakat, ingin masyarakat itu tidak boleh hidup dengan tenteram.
“Jadi kalau itu faktanya ternyata ada berarti itu adalah pihak-pihak yang layak diduga melakukan upaya upaya terorisme. Jadi kita lihat dari aspek hukum semuanya,” kata Boy.
“Intinya kita semua ingin mewujudkan kedamaian, mewujudkan sebuah kondisi yang kondusif, agar proses kegiatan masyarakat, pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pusat dan daerah bisa berjalan dengan baik dan berdampak pada lahirnya kesejahteraan bagi masyarakat kita,” pungkas Boy Rafli.
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Aktif dalam Kegiatan Keagamaan, Personil Polres Pemalang dapat Tiket Umroh Gratis
-
Silaturahmi, Kapolres Gowa Terima Kunjungan Kalapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa
-
Sinergitas Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Ciampea dan Babinsa Koramil 2114 Ciampea Bekerjasama Membantu Masyarakat
-
Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Perekonomian Nasional Tetap Meningkat di Masa Pandemi
-
Bentuk Silaturahmi, Danpos Angkatan Laut Mukomuko Kunjungi Desa Tanjung Alai dan Desa Arah Tiga
-
Pihak Kepolisian Wilayah Hukum Polsek Klapanunggal Polres Bogor, Berhasil Ungkap Para Pelaku Pengoplos Tabung Gas 3 KG ke Tabung Has 12 KG
-
Wakapolri Tinjau Rumah Sakit Bhayangkara di Kecamatan Batang Toru
-
Irham Ali Jodding dinobatkan sebagai duta pelajar Kabupaten Pinrang tahun 2025
-
Cegah Berkembangnya Paham Radikalisme, Divhumas Mabes Gelar FGD di Ponpes Asyurkati
-
Puncak Hari Air Dunia ke-31, Kementerian PUPR Ajak Komitmen dan Aksi Pengelolaan Air

