REAKSIMEDIA.COM | Sumatera Utara – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) adakan kegiatan sosialisasi dengan tema Speak Up Girls : Aman dan Bebas di Ruang Digital. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak remaja terutama siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) akan keamanan dan kebebasan di ruang digital terutama bagi perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Santo Thomas 1 pada Selasa (26/5/2026).
Ignatia Carmelita, selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa tema tersebut diangkat karena media digital saat ini telah menjadi ruang yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar, tetapi juga masih dipenuhi berbagai bentuk kekerasan verbal terhadap perempuan, seperti pelecehan online, body shaming, hingga komentar negatif. Karena itu, kegiatan ini hadir untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya keamanan dan etika dalam menggunakan media digital.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak siswa untuk lebih berani menyuarakan pendapatnya sekaligus memahami pentingnya menjaga keamanan diri di media digital. Kami juga berharap siswa bisa lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tercipta lingkungan digital yang lebih positif dan suportif,” jelas Ignatia.

Dalam pemaparan materinya, pemateri menjelaskan bahwa kekerasan di dunia digital tidak hanya dialami perempuan, tetapi juga dapat terjadi pada laki-laki. Bentuk kekerasan tersebut meliputi pelecehan online, komentar negatif, hingga perundungan di media sosial. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kekerasan digital dapat dialami oleh siapa saja dan tidak berbasis gender.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi interaktif berupa games, tanya jawab, serta pre-test dan post-test yang dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta mengenai isu keamanan dan kekerasan di dunia digital.
Salah satu siswi, There, mengaku mendapatkan pandangan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, isu mengenai perempuan di ruang digital masih jarang dibahas secara serius, sehingga kehadiran sosialisasi ini menunjukkan bahwa masih ada pihak yang peduli terhadap keamanan dan kenyamanan perempuan di media sosial.
“Biasanya orang datang sosialisasi kebanyakan ngambil tema bullying dan sebagainya. Tapi ternyata kakak-kakak pemateri datang bawa topik yang berbeda. Itu lumayan menarik, karena di zaman sekarang masih banyak orang yang enggak respect sama perempuan, bahkan sering bawa-bawa fisik. Jadi menurutku masih ada yang peduli sama perempuan di sosial media,” ujar There.

Sementara itu, siswi lainnya, Laura, menyampaikan pesan kepada perempuan agar tetap percaya diri dan tidak takut terhadap penilaian negatif di ruang digital. Menurutnya, perempuan tidak seharusnya dipandang sebagai kelemahan, melainkan sosok yang memiliki potensi untuk bersinar.
“Perempuan itu diciptakan bukan sebagai kelemahan, bukan sebagai kekurangan, tapi perempuan itu diciptakan untuk bersinar,” tutup Laura.
Tags: Sumatera Utara
-
Kapolri Bicara Wujudkan SDM Unggul di Acara Bantuan Pendidikan Putra-Putri Polri
-
Jalan Batangan Kabupaten Pati Sudah Bisa Dilalui
-
Bupati Tapsel Tinjau Pengaspalan Jalan di Angkola Selatan, Warga Sambut Antusias
-
Datangi TKP, Polres Pemalang Langsung Mengamankan Tersangka S dan Barang Bukti
-
Pengamanan Ketat di Green Gate dan Bundaran Mong untuk Kelancaran MotoGP Mandalika 2024
-
Kemnaker Berkomitmen Jaga Keseimbangan Kinerja Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja
-
Kapolri Turun Langsung ke Pasar Pastikan Stok Minyak Goreng Untuk Warga Aman
-
Kepala Bappedalitbangda H.A.Fahruddin Renreng; Kegiatan Ini Amanat Undang -undang No.25 tahun 2004 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
-
Pure Sari Asta Sakti Kabupaten Kendal Menggelar Sembayang Tawur Agung
-
Wapres Hadiri Resepsi Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Solo


