REAKSIMEDIA.COM | Kalimantan Timur – Perencanaan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang kurang transparan dan partisipatif dikhawatirkan akan berimbas pada kemampuan pemerintah dalam menangani dampak negatif bagi masyarakat sekitar lokasi IKN.
Demikian yang disampaikan oleh pegiat lingkungan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Abdullah Naim, di jalan Juanda, Kota Samarinda, Selasa (1/3/2022).
” Kami dari kalangan civil society melihat bahwa proses pemindahan IKN ini tidak transparan. Salah satu indikatornya, antara lain kita tidak pernah mendapatkan hasil kajian ilmiah tentang pemindahan IKN yang disertai alasan logis. Pemindahan IKN ini kami lihat hanya faktor politis saja,” kata alumni S2 Universitas Mulawarman ini.
Dia menambahkan, kalau IKN itu rencana strategis pemerintah, mengapa UU IKN tidak masuk dalam prolegnas, ini menunjukkan bahwa pemindahan IKN tidak direncanakan matang oleh pemerintah. ” Kami khawatir penanganan terhadap dampak pemindahan IKN juga tidak akan tertangani dengan baik, artinya pemindahan IKN menimbulkan masalah bagi penduduk Penajam Paser Utara (PPU),” kata pria berusia 42 tahun ini.
” Teman-teman LSM pada umumnya masih belum bisa menerima kepindahan IKN ini karena kurang mendapatkan penjelasan secara ilmiah,” kata aktifis yang kerap membuat kajian-kajian tentang lingkungan, mengakhiri.
Laporan : Ence M.R
Tags: Kalimantan timur
-
Seorang Balita Maninggal Dunia Usai Tenggelam di Kolam Renang Sedalam 2 Meter
-
Wapres Minta Polisi Usut Tuntas Penembakan di Kantor MUI Pusat
-
Diresmikan Kasau Secara Serentak, SPPG Lanud Sultan Hasanuddin Siap Operasional Dan Salurkan 4500 Makanan Bergizi
-
Dukungan Semakin Mengalir, Pemuda Maspul Siap Menangkan Paslon Nomor Urut 2
-
Mewakili Mendagri, Dirjen Bina Pemdes Beri Penghargaan Desa Zero Waste pada IIWAS Trisenses Bali 2022
-
Pesawat Hercules C-130 Dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Angkut 10.446 Kg Bantuan Kemanusiaan Ke Myanmar
-
Seorang Balita Berusia 5 Tahun Meninggal Akibat Tenggelam di Sebuah Kolam Sedalam 120 Cm
-
Jalan Antardesa di Teluk Wondama Harus Ditempuh 4 Hari, Gus Halim: Pekerjaan Rumah Kita Masih Banyak
-
Ratusan Pengendara Motor Jalani Swab Antigen Massal
-
Tingkatkan Kinerja Ekonomi, Wapres Dorong Peningkatan Pengeluaran PDB untuk Penelitian dan Pengembangan

