REAKSIMEDIA.COM | Natuna – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mendorong penguatan wilayah perbatasan dengan mengembangkan potensi kawasan. Hal itu diungkapkannya saat melakukan peninjauan kegiatan layanan GISA Dukcapil serta penyerahan secara simbolis dokumen kependudukan bagi masyarakat nelayan di Kantor Camat Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (24/11/2021).
Menurutnya, posisi pulau terluar dan wilayah perbatasan menjadi penting bagi bangsa Indonesia, terutama sebagai etalase negara dan bagian dari kedaulatan negara, termasuk Pulau Laut.
“Di samping kekuatan militer yang hadir, kita juga harus perkuat, percepat pembangunan di pulau-pulau terluar, termasuk juga daerah perbatasan, termasuk Kecamatan Pulau Laut,” kata Mendagri Tito.

Mendagri menambahkan, titik sentral penguatan itu bisa dilakukan lewat percepatan pembangunan berbasis administrasi wilayah kecamatan. Pasalnya, apabila mengambil basis wilayah Kabupaten, tak semua wilayah tersebut masuk sebagai bagian pulau terluar atau perbatasan. Sama halnya dengan Kabupaten Natuna, tak semua wilayahnya merupakan bagian pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara lain.
“Kita inventarisir seluruh Indonesia ini, totalnya ada 584 kecamatan yang ada di perbatasan. Ini di samping ada sisi pertahanan, tapi juga Bapak Presiden ingin membangun pemerataan pembangunan,” imbuhnya.
Meski demikian, ia menambahkan, dari 584 kecamatan yang ada di perbatasan, Pemerintah telah menetapkan 222 lokasi prioritas (Lokpri) pembangunan kecamatan pada Tahun Anggaran 2021-2024. Namun akibat pandemi Covid-19, percepatan pembangunan sempat terhambat. Karena itu, proses pembangunan ini akan kembali digenjot pada tahun 2022.
“Itu sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yang dikeluarkan Bappenas, sudah dibunyikan, 222 lokasi prioritas berbasis kecamatan,” tutur Mendagri Tito.
Selaku Kepala BNPP, ia menekankan pembangunan dan pengembangan wilayah perbatasan akan diawali dengan pengembangan potensi yang dimiliki kecamatan itu sendiri. Mendagri mengilustrasikan, jika Kecamatan Pulau Laut memiliki potensi di sektor perikanan, maka sektor itulah yang akan digenjot. Misalnya, dengan memperkuat kemampuan nelayan agar memiliki kemampuan tangkap yang maksimal, memiliki kapal yang dilengkapi fasilitas penunjang, off taker atau penguatan penampung, serta market atau pasar.

Kendati demikian, Mendagri menekankan perlunya sinergisitas dan gotong royong seluruh level satuan pemerintahan. Tak hanya pemerintah pusat yang bekerja keras dalam melakukan pembangunan perbatasan, tetapi Pemerintah Kabupaten, termasuk Kecamatan juga harus turut serta dan serius dalam mengembangkan potensi di wilayahnya.
“Prinsipnya kita keroyok ramai-ramai. Sekali lagi, kita berkeinginan betul untuk mempercepat pembangunan Kecamatan Pulau Laut,” pungkasnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: Natuna
-
Menparekraf Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Media Sosial untuk Pasarkan Produk
-
Panglima TNI Resmikan Lapangan Serbaguna di Mako Kodam III/Siliwangi
-
Satu Hari, Ribuan Harapan: Gubernur Sherly Laos, Pahlawan Pembangunan yang Hadir Tepat Waktu
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Cibinong Sambang untuk menyampaikan pesan Kamtibmas dan Ajak Cegah TPPO
-
Polsek Cijeruk Gelar Olah TKP, di Temukannya Jasad Seorang Pria Yanv Berada DiJalanan
-
Mendes Yandri Ajak Insan Pendidikan di Kabupaten Serang Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Desa
-
Antisipasi Kendala ‘E-toll’, Sri Rahayu Minta PT Jasa Marga Siagakan Personil
-
Satgas Covid-19 Kabupaten Pemalang Perketat Prokes di Tempat Wisata Jelang Libur Nataru
-
Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan
-
Komitmen Mengentaskan Kemiskinan, Anggota DPRD Kota Medan Parlindungan Sipahutar MH Gelar Sosper

