REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia berada di level 5,71 persen per Oktober 2022. Inflasi Oktober tercatat lebih landai, atau mengalami penurunan sebesar 0,11 persen dari bulan sebelumnya karena penurunan sejumlah komoditas pangan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, capaian tersebut diperoleh berkat kerja sama yang dilakukan antara pemerintah pusat dan daerah. Hal itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (7/11/2022).
“Inilah prestasi luar biasa. Dan saya sangat berkeyakinan, di samping usaha dari pemerintah pusat, ini (juga berkat) kontribusi dari pemerintah daerah (Pemda). Kita bekerja bersama-sama, inilah yang membuat angka ini menjadi turun, kebersamaan kita,” ujarnya.
Oleh karenanya, dia menilai, langkah kebersamaan ini perlu dilanjutkan. Sebab, menurutnya, angka inflasi secara nasional merupakan agregat dari angka inflasi yang terjadi di seluruh daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota di Indonesia.
“Kebersamaan ini harus terus dilanjutkan untuk menjaga agar harga-harga barang dan jasa tetap terkendali,” ujarnya.
Persoalan inflasi bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat saja, tetapi juga menjadi permasalahan yang dihadapi Pemda. Pasalnya, kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam periode yang sama akan berakibat pada terganggunya kesejahteraan masyarakat. Mendagri menegaskan, jangan sampai laju inflasi yang tak terkendali dapat berakibat pada tidak stabilnya sosial dan politik dalam negeri.
“Ini menyangkut perut rakyat, paling mudah untuk men-trigger pada instabilitas keamanan, sosial, keamanan, dan politik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia pun turut membeberkan angka inflasi yang terjadi di sejumlah negara, termasuk negara G20. Amerika Serikat misalnya yang inflasinya telah menyentuh angka 8,2 persen. Belum lagi beberapa negara lainnya di Eropa dan Asia yang mengalami ketidakstabilan politik dan sosial, akibat inflasi yang tak terkendali.
“Uni Eropa, Jerman, bahkan UK, semua mengalami dampak yang luar biasa. Amerika sudah pada posisi 8,2 persen, kemudian di Asia Tenggara ini Laos tertinggi 34 persen,” bebernya.
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Angka Inflasi Rendah, Kemendagri Apresiasi Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Bulukumba
-
Personel TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Pasang Mesin Bor Air di Desa Falila
-
Kejadian Tindak Kekerasan yang di Alami Sumantri Tidak Ada Penyelesaian Melalui RJ
-
Lestarikan Budaya Bangsa, Kemendagri Selenggarakan Pagelaran Pesona Bhinneka Tunggal Ika
-
Tulus Ikhlas..!! Pemeriksaan Kesehatan, Pengobatan Massal oleh Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea
-
Dua Wanita Diduga Dianiaya, Satu Meninggal dan Satu Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Penyegaran Dilingkup Polres Mukomuko, Kapolres : Jadikanlah Perbuatan Yang Baik Itu Sebagai Kenangan Untuk Kita Semua
-
Anjangkarya ke Lampung, Presiden akan Tinjau Pasar dan Sejumlah Ruas Jalan
-
Terjun Langsung ke Lapangan, Babinsa Koramil Ponggok Cek Harga Sembako di Wilayah Binaannya
-
Kepala Bakamla RI Tanda Tangani Kerja Sama dengan Universitas Sam Ratulang


