REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) difokuskan ke daerah yang perlu affirmasi di 1.110 Desa, 25 Kabupaten dan 9 Provinsi.
Program TEKAD ini sangat mendukung Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.
Demikian diungkapkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat membuka Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program TEKAD, Senin (18/5/2026).
“Program TEKAD ini memberdayakan masyarakat di kampung-kampung dengan pendekatan sesuai dengan potensi masing-masing,” kata Mendes Yandri.
Program ini juga menciptakan Desa-desa Tematik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis seperti Desa Buah-buahan, Desa Ayam Petelur hingga Desa Ikan Nila.
Desa-desa yang miliki potensi unggulan seperti Kemiri, Kopi atau Vanili didorong nenjadi Desa Ekspor, dimana ini juga salah program prioritas Kemendes PDT yaitu Desa Ekspor.
“Program ini benar-benar diperuntukkan untuk menaikkan taraf ekonomi masyarakat di lokus TEKAD karena tujuannya mendekatkan kesenjangan antara Indonesia Timur dengan Indonesia Barat,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes Yandri mengatakan jika program TEKAD sangat dirasakan manfaatnya oleh warga desa, olehnya Ia akan meminta IFAD melanjutkan progran kolaborasi ini.
“Program tetap menyasar kampung yang miliki potensi bagus tapi belum maksimal,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.
Mendes Yandri berharap Workshop Nasional menghasilkan komitmen bersama untuk pemberdayaan dan pendampingan masyarakat desa.
Mendes Yandri sempat mengunjungi produk yang dihasilkan daerah lokus TEKAD yaitu kopi, kemiri, sagu dan vanili.
Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani melaporkan, penerima manfaat program TEKAD sebanyak 165.370 Rumah Tangga, 330.740 penerima layanan dan 744.165 anggota Keluarga
Untuk tahun 2026, program yang dilaksanakan seperti Pendampingan Pelaksanaan Program oleh Tenaga Pendamping Profesional oleh Fasilitator tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
Bantuan stimulan berupa Demonstrasi Plot, Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) dan Investment Fund/Dana Investasi.
“Selain itu ada program Peningkatan Kapasitas dan Kerja Sama,” kata Tabrani.
Turut hadir Country Programme IFAD Yumi Sakata, Para Kepala Daerah yang jadi Lokus TEKAD, Kepala Dinas dan Anggota DPRD.
Turut dampingi Mendes Yandri, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Staf Ahli Sugito, Staf Khusus Fahad Attamimi dan Andi Rahma serta Pejabat Tinggi di Lingkungan Kemendes PDT.
Sumber : Firman/Humas
Tags: jakarta
-
Direktur IFAD Pamit, Gus Halim: Sangat Membantu Pembangunan Desa
-
Pertemuan Satlinmas Kecamatan Makassar berlangsung penuh keakraban
-
Jumat Curhat, Kasat Reskrim Polres Kendal Dengarkan Curhatan Masyarakat
-
Dimoment HUT Bhayangkara ke 77, Polsek Mukomuko Utara Gelar Baksos Kebersihan Rumah Ibadah di Mushola Nurul Ikhlas Koto Jaya
-
Kemendagri Apresiasi Capaian IPM Provinsi Kepulauan Riau, Tertinggi di Wilayah Sumatera dan Raih Realisasi APBD Terbaik Nasional
-
Walau Sudah Di Suntik Vaksinasi, Rutan Kelas IIB Kabanjahe Tetap Laksanakan Rapid Test Rutin
-
Stand Pameran Polres Mukomuko, Kenalkan Polri Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Jelang HUT Ke-81 TNI, Pasahli Panglima TNI Anjangsana kepada Mantan Panglima TNI
-
Korban Mengalami Luka Bacok Akibat Pencurian Dengan Kekerasan Di Cileungsi Kabupaten Bogor
-
Personil Gabungan TNI-Polri Diterjunkan Guna Pengamanan Aksi Damai Terkait Kenaikan BBM



