REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa langkah pemulihan sektor ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada empat pilar, yaitu sumber daya manusia (SDM), pemberian insentif, perluasan pemasaran, serta inovasi terhadap produk dan jasa kreatif.
Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga, dalam acara webinar _YES Goes To Campus_, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang berkolaborasi dengan Kemenparekraf, Sabtu (11/9/2021).

Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa sumber daya manusia menjadi hal utama dalam pemulihan sektor ekonomi kreatif. Karena SDM mampu memberikan nilai tambah terhadap produk dan jasa yang dihasilkan, dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Di samping itu, pemberian insentif dari pemerintah seperti bantuan akses permodalan, perluasan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri juga perlu dilakukan.
“Sektor ekonomi kreatif ini menjadi harapan masyarakat terutama di tiga subsektor unggulan yaitu kuliner, kriya, dan fesyen. Karena sebanyak Rp1,100 triliun lebih sumbangsih ekonomi kreatif terhadap PDB nasional kita. Ini merupakan peluang yang bagus sekali untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar Menparekraf.
Dalam mengimplementasikan empat pilar tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf sendiri memiliki berbagai program, diantaranya program BEKUP (Baparekraf for Startup) untuk mendukung pertumbuhan start up digital dan meningkatkan nilai ekonomi digital di Indonesia, memalui mentoring dan _up skilling_. Lalu, Kemenparekraf juga memfasilitasi pelatihan bagi calon wirausaha muda. Di mana para calon wirausaha muda akan dilatih terkait _pitching_ dan proses _matchmaking_ dengan calon investor.
Kemudian ada program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), Baparekraf Developer Day (BDD), Baparekraf Digital Talent (BDT), dan Baparekraf Game Prime. Selain itu, ada satu program unggulan Kemenparekraf yang baru saja diluncurkan yaitu Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI).
“Saya sendiri yang akan menjadi super mentor dalam Apresiasi Kreasi Indonesia ini, kita akan bantu publikasikan dan bangun jejaring. Dengan program AKI ini kita harapkan teman-teman semakin bersemangat dalam mengembangkan produk-produk ekonomi kreatifnya,” ujarnya.

Menparekraf pun membagikan tips atau saran pada mahasiswa fakultas hukum UNNES yang ingin menjadi pengusaha sukses. Mulailah dengan hal yang kita cintai, sehingga kita akan mencintai hal yang kita lakukan. Kemudian, terapkan metode kerja 4as, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.
“_Do what you love and love what you do_. Dan kalau tidak berani membuka usaha sendiri, berjejaring, bersilaturahim. Memulai sesuatu kalau sendiri kita kadang-kadang sering merasa khawatir, tapi kalau kita berkolaborasi dengan kawan-kawan yang sevisi dan semisi insyaAllah usaha kita akan lancar dan maju dengan penuh semangat mencapai keberkahan,” kata Sandiaga.
Laporan : Suryadi
Sumber : Plt. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Tags: bandung
-
Danrem 071/Wijayakusuma Bersama Forkopimda Banyumas Ikuti Upacara Peringatan HUT Ke-76 TNI Secara Virtual
-
Even Balap Sepeda BMX Diduga Undang Kerumunan Abaikan Ancaman Covid-19, Kepala UPT Tahura Belum Kasi Tanggapan
-
Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Kejahatan di Sekitar Stasiun Agar Pemudik Nyaman dan Aman
-
Walikota, Yang di Wakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota Padang Sidimpuan, Hamdan Sukri, Hadiri Wisuda Ahli Madya Kebidanan Angkatan XVI Akbid Sentral Padang Sidimpuan
-
Agar Layak Digunakan, Kapolres Gowa Kembali Cek Kesiapan Kendaraan AWC
-
Dewan Pers Sosialisasikan Pendataan Media Massa pada HPN 2026 di Banten
-
May Day 2026: Komitmen Negara Melindungi Pekerja Hingga ke Tengah Lautan
-
Wapres Kembali Pimpin Rapat Soal Papua, Bahas Percepatan Pembangunan Hingga Pemekaran
-
Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan Dorong Produk UMKM Sumatera Selatan Masuk Pasar Australia
-
Tak Dihadiri Bupati dan Pejabat Daerah, Rapat Paripurna Jawaban Pemerintah Terhadap Pandangan Umum Fraksi – Fraksi Terkait RAPBD Kuansing 2024 Gagal di Laksanakan

