REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Transmigrasi masa depan tidak lagi bisa dibaca dengan kacamata lama: sekadar memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Di hadapan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa abad ke-21 harus menjadi era transmigrasi pengetahuan, teknologi, dan talenta.
“Jika abad ke-20 adalah era transmigrasi penduduk, maka abad ke-21 harus menjadi era transmigrasi pengetahuan, teknologi, dan talenta,” ujar Menteri Iftitah dalam pidatonya pada Pertemuan MDGB PTNBH di Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Jumat (19/6).
Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Kampus-kampus terbaik melahirkan ribuan sarjana, magister, doktor, dan profesor setiap tahun. Namun tantangan terbesar bangsa bukan hanya mencetak talenta, melainkan memastikan talenta terbaik bersedia hadir dan bekerja untuk Indonesia.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia menggunakan kepintarannya untuk Indonesia. Kita tidak sedang mencari talenta terbaik untuk dirinya sendiri. Kita sedang mencari talenta terbaik yang bersedia mengabdi untuk bangsanya,” tegasnya.
Iftitah menjelaskan, transmigrasi dan perguruan tinggi sesungguhnya memiliki misi yang sama sebagai instrumen peradaban. Kampus membangun pusat keunggulan ilmu pengetahuan, sementara transmigrasi membangun pusat pertumbuhan baru.
“Jika kampus menciptakan pengetahuan, maka kawasan transmigrasi menyediakan ruang tempat pengetahuan itu diuji, diterapkan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Iftitah juga menyampaikan apresiasi kepada PTNBH yang telah menjadi mitra Kementerian Transmigrasi dalam Program Transmigrasi Patriot. Pada 2025, tujuh PTNBH telah terlibat, yakni UI, IPB, ITB, Unpad, Undip, UGM, dan ITS. Tahun ini, kolaborasi diperluas dengan bergabungnya Unair, UB, dan Unhas.
Ia berharap, ke depan seluruh PTNBH dapat terlibat dalam gerakan besar membangun Indonesia melalui distribusi pengetahuan, teknologi, dan talenta ke seluruh Nusantara.
“Kami ingin menghadirkan ilmu pengetahuan. Kami ingin mendekatkan kampus dengan masyarakat. Kami ingin menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium hidup pembangunan Indonesia,” katanya.
Iftitah menambahkan, kawasan transmigrasi harus menjadi tempat teori bertemu praktik, riset bertemu kebutuhan nyata, dan inovasi bertemu masyarakat. Dengan begitu, ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di kampus, tetapi melahirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat.
“Perguruan tinggi yang hebat bukan hanya yang dikenal dunia. Perguruan tinggi yang hebat adalah yang paling dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.
Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi
Tags: bandung
-
Rencana Vaksinasi untuk Pelajar Personil Polsek Manuju koordinasi dengan Kepala Puskesmas Kec. Manuju
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Caringin Polres Bogor Melakukan Pengecekan Terkait TPPO Sebagai Pencegah dan Berikan Himbauan Kamtibmas
-
Apel Besar Gabungan TNI Polri Dalam Menjaga Situasi Kamtibmas Wilayah Kabupaten Bogor
-
Sinergitas TNI–Polri Bersama PSDKP Warnai Aksi Bersih TPI Tobelo: Kolaborasi Besar untuk Menjaga Ekosistem Pesisir
-
Paramita Rusadi, meriahkan HUT HIMPAUDI JABAR yang ke-17 di Sabuga ITB
-
Pihak Kepolisian dan Warga, Gagalkan Aksi Percobaan Bunuh Diri Yang di Lakukan Seorang Pria di Citereup Bogor
-
Satgas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Perbatasan RI-Malaysia
-
Dua Minggu Jelang Lebaran, Mendagri Imbau Daerah Gencarkan Langkah Pengendalian Inflasi
-
Babinsa Koramil 1710-02/Timika Dampingi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) Di Wilayah Binaannya
-
Atasi Kesulitan Masyarakat, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Karya bakti Pembenahan Saluran Air Bersih

