REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara TOBELO – Jumat 21 November 2025 Bertempat Pelelangan Ikan (TPI) 1 Desa Wosia menjadi saksi betapa kuatnya kolaborasi maritim di Halmahera Utara ketika barisan Pos Angkatan Laut Tobelo (TNI AL), Ditpolairud Polda Maluku Utara, ( Marnit Tobelo / KP XXX 2002 – KP XXX 2009 )dan Satpolairud Polres Halmahera Utara turun bersama dalam Aksi Bersih Pantai Hari Bhakti Ditjen PSDKP 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Stasiun PSDKP Ambon ini mengubah pesisir TPI menjadi ruang kebersamaan, di mana aparat, nelayan, dan unsur pemerintah bekerja setara demi satu tujuan mulia: melindungi ekosistem pesisir.
Koordinator Satwas SDKP Morotai, Muhammad Effendy Sadjid, S.H., M.H., menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya kegiatan bersih pantai, tetapi simbol bersatunya kekuatan maritim untuk merawat pintu gerbang ekosistem laut—wilayah yang selama ini menopang kehidupan nelayan.
TNI AL, Ditpolairud, dan Satpolairud Menjadi Garda Depan Kebersamaan
Sejak pagi, prajurit Pos AL Tobelo berdiri berdampingan dengan jajaran Ditpolairud Polda Maluku Utara (Marnit Tobelo) dan Satpolairud Polres Halmahera Utara. Mereka bekerja tanpa sekat, menunjukkan bahwa tanggung jawab menjaga laut tidak hanya berada di tengah gelombang, tetapi juga pada garis pantai tempat ekosistem pesisir bermula.
Koordinasi, kolaborasi, dan sinergitas ini memberikan teladan bahwa konservasi tidak dapat berdiri sendiri—ia membutuhkan disiplin dan komitmen lintas lembaga.
“Hari ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan maritim kita tidak hanya menjaga laut dari ancaman, tetapi juga merawat pesisir sebagai rumah pertama ekosistem,” ungkap Muhammad Effendy Sadjid, S.H., M.H.
Di tengah kegiatan, Letda Laut (PM) Miftahudin, Danposal Tobelo, memberikan pernyataan tegas namun elegan tentang makna kebersamaan ini:
“Sinergi seperti ini adalah kekuatan sejati maritim. TNI AL hadir tidak hanya untuk menjaga batas perairan, tetapi untuk berada di tengah masyarakat—merawat pantai, menjaga ekosistem, dan menunjukkan bahwa keamanan laut dimulai dari pesisir.”
Kehadiran TNI AL menjadi bukti bahwa tugas menjaga laut mencakup seluruh rantai ekosistem, dari pesisir hingga garis batas negara.

Sementara itu Perwakilan Ditpolairud Polda Malut menambahkan bahwa aksi ini memperkuat soliditas institusi maritim:
“Bersama PSDKP dan TNI AL, kami ingin menunjukkan bahwa keamanan laut bukan hanya patroli—tetapi memastikan ruang hidup masyarakat pesisir tetap bersih dan aman. Ini adalah komitmen bersama kami.”
Pernyataan ini mempertegas bahwa Ditpolairud tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi sebagai penyangga keberlanjutan lingkungan maritim.
Kutipan Satpolairud Polres Halmahera Utara
Dari tempat yang sama salah seorang Anggota Senior Satpolairud Polres Halut menjelaskan pentingnya kedekatan dengan masyarakat:
“Kami bekerja di laut setiap hari, tetapi hari ini kami bekerja bersama masyarakat. Inilah makna sejati sinergitas: menjaga lingkungan sekaligus menjaga kepercayaan publik.”
Nelayan Merasa Diperhatikan, Kepercayaan Semakin Menguat
Bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di TPI Wosia, kegiatan ini menjadi momen yang sangat membekas. Mereka menyaksikan aparat yang selama ini dikenal sebagai penjaga keamanan laut, kini ikut berkotor tangan dalam menjaga kebersihan pantai—ruang kerja yang menjadi sumber kehidupan mereka sehari-hari.
“Menyaksikan TNI dan Polri turun langsung bersama kami, ini membuat kami merasa benar-benar diperhatikan. Kebersihan TPI bukan lagi hanya urusan nelayan, tetapi tanggung jawab semua pihak,” ujar Ija, seorang pelaku usaha yang terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Kebersamaan itu memperkuat harapan bahwa perhatian terhadap lingkungan pesisir akan terus berlanjut, tidak hanya pada momen peringatan, tetapi menjadi budaya bersama di Halmahera Utara.
Untuk Laut yang Lebih Bersih dan Masa Depan yang Lebih Terjaga
Sinergitas TNI dan Polri menjadi pilar yang membuat kegiatan ini berjalan efektif, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Keberanian TNI AL mengambil peran teknis di pesisir, ketegasan Ditpolairud dalam pengamanan wilayah perairan, serta kesiapsiagaan Satpolairud Polres Halut menunjukkan bahwa fungsi mereka lebih luas daripada sekadar penegakan hukum. Mereka adalah penjaga kehidupan laut—dan kebersihan pesisir adalah pondasi utamanya.
Aksi Bersih TPI Wosia menjadi pengingat bahwa menjaga laut berarti menjaga setiap bagian dari rantainya, termasuk pantai yang menjadi jendela pertama ekosistem. Kolaborasi TNI, Polri, PSDKP, DKP, instansi pelabuhan, dan para nelayan menjadi contoh teladan bagi daerah pesisir lainnya.
Semangat sinergitas ini diharapkan terus tumbuh, membawa kesadaran bahwa perairan yang sehat hanya dapat tercapai ketika semua unsur bergerak bersama—tanpa memandang seragam, jabatan, atau batas tanggung jawab.
Laporan : Edwin Tatipang
Tags: halmahera utara
-
Bagikan Bansos di Pasar Kanoman, Presiden: Covid-19 Melandai, Ekonomi Menggeliat
-
1000 Vaksin, Sinergi TNI AD dengan Kimia Farma
-
Efisiensi Anggaran, Wamen Viva Yoga: Kementrans Tetap Menjalankan Program Dengan Kreatif dan Inovatif
-
Titi Anggraini Raih Gelar Doktor FHUI, Wamen Viva Yoga: Disertasinya Memberi Harapan Baru Pada Hukum Pemilu
-
Operasi Patuh Candi 2022: Polres Banjarnegara Sosialiasi Tertib Lalu Lintas pada Masyarakat
-
Kebersamaan Paskah, Satgas Pamtas Yonif 711Rks Ibadah Bersama Masyarakat Perbatasan
-
Satgas Yonif Raider 600/Modang Bantu Padamkan Si Jago Merah Yang Melanda Pemukiman di Kota Agats
-
Penguatan Wisata Semarang, Erick Thohir Sambut Rencana InJourney Bangun Hotel Bintang Empat di Kota Lama
-
Cerita Tiga Mahasiswi IIB Darmajaya Dalam Kampus Mengajar di Way Kanan
-
Menhan Sjafrie Menerima Dubes China Wang, Sepakati Peningkatan Hubungan Bilateral


