REAKSIMEDIA.COM | Surabaya – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara membidik Jepang sebagai pasar ekspor baru bagi mangga asal Jawa Timur. Untuk mewujudkannya, Kementerian Transmigrasi berkolaborasi dengan K/L lainnya, tengah menyiapkan pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan teknis yang selama ini menghalangi akses ekspor ke Negeri Sakura.
Menurut Menteri Iftitah, mangga alpukat asal Pasuruan maupun mangga arumanis dari Probolinggo memiliki kualitas yang tidak kalah dengan mangga dari berbagai negara bahkan berpotensi menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia di pasar internasional.
“Saya pernah mencicipi mangga dari berbagai negara, mulai dari Pakistan, Thailand, India, Cina, Mexico sampai Brazil. Tapi menurut saya, tidak ada yang mengalahkan manisnya mangga Jawa Timur. Karena itu, akhir-akhir ini saya sering mengirim mangga Jawa Timur kepada Duta Besar Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia serta beberapa negara sahabat. Respons mereka sangat baik. Mereka menyukai mangga dari Jawa Timur,” ujar Menteri Iftitah saat menghadiri Festival Ekosistem Ekonomi Digital (FYC Fest) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/7).
Ia mengatakan Jepang menjadi salah satu pasar prioritas yang ingin ditembus karena memiliki permintaan tinggi terhadap buah berkualitas. Namun, hingga kini ekspor mangga Indonesia masih terkendala sejumlah persyaratan teknis, terutama terkait pengendalian lalat buah.
“Salah satu tantangan utamanya adalah masalah lalat buah. Kami sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasinya. Memang membutuhkan biaya, tetapi saya yakin kalau hambatan ini bisa diselesaikan, pasar Jepang akan terbuka dan masyarakat Jepang akan menyukai mangga Indonesia,” katanya.
Untuk memperkuat daya saing produk, Kementerian Transmigrasi menerapkan pendekatan baru dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Setiap kawasan akan dikembangkan berdasarkan komoditas unggulan yang dimiliki sehingga terbentuk rantai nilai yang utuh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga akses pasar dan ekspor.
“Kalau suatu daerah unggul di mangga, maka kita bangun ekosistem mangga. Kalau unggul di durian, kita bangun ekosistem durian. Begitu juga dengan kelapa dan komoditas lainnya. Setiap kawasan harus dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki,” ujar Menteri Iftitah.
Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari transformasi transmigrasi yang kini tidak lagi berorientasi pada perpindahan penduduk, melainkan pada pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
“Kita ingin kawasan transmigrasi menjadi kawasan ekonomi yang berkembang sesuai potensi daerahnya. Masa depan transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi membangun kawasan yang produktif dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik kolaborasi yang dibangun Kementerian Transmigrasi untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah. Menurutnya, keberhasilan membawa produk lokal ke pasar internasional hanya dapat dicapai melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, media, dan kreator digital.
“Kalau ingin menciptakan sesuatu yang besar, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, media, dan kreator digital harus berjalan bersama agar potensi daerah bisa dikenal lebih luas,” kata Emil.
Ia menambahkan, promosi melalui media sosial dan konten digital kini menjadi instrumen penting untuk memperluas pasar sekaligus membangun citra produk unggulan Indonesia di pasar global.
Melalui pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan dan kolaborasi lintas sektor, Kementerian Transmigrasi berharap semakin banyak produk dari kawasan transmigrasi yang mampu menembus pasar ekspor, meningkatkan nilai tambah, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.(AAF)
Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi
Tags: surabaya
-
Sinergi di Bidang Layanan Administrasi Kependudukan dan Pendampingan Sosial, Pemkab Siak MOU dengan Pengadilan Agama
-
Pangdam I/BB Terima Penghargaan Tokoh Peduli PWI
-
Theopilus Ginting Dampingi Kemensos Berikan Bantuan Ke LKS Alpha Omega Di Kabanjahe
-
Di Balik Angka Triliunan APBD 2026: DPRD Halut Serukan Disiplin Anggaran dan Pengendalian Belanja”Harmoni Pemerintahan Mengawali Masa Sidang Baru dan Pengajuan RAPBD 2026
-
Pelari Putra Asal Bekasi Finish Pertama Lari Satu Kata Peduli Kendal 85 Km
-
Peduli Kebersihan Lingkungan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Berikan Bantuan Mesin Potong Rumput Kepada Warga
-
Kementerian PUPR Terus Berkomitmen Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada TA 2022
-
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
-
Bag SDM Polres Gowa Dampingi Biro SDM Polda Sulsel Sosialisasi Penerimaan Anggota Polri TA 2023
-
Pesan Danrem 174/ATW Pada HUT Persit Ke-77 “Sebagai Istri Seorang Prajurit TNI Diharuskan Mampu Mengemban Peran Multi Ganda”


