REAKSIMEDIA.COM | Semarang – Kasus oknum dokter berinisial DP yang menjadi tersangka karena mencampurkan sperma ke dalam makanan istri temannya, memasuki babak baru.
Polda Jateng menyatakan tim penyidik telah memenuhi persyaratan pemeriksaan kejiwaan tersangka dan melimpahkan berkas penyidikannya ke kejaksaan negeri Semarang.
Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan tersangka telah diperiksa kejiwaannya di salah satu RS di Semarang.
Dijelaskannya, pemeriksaan kejiwaan dokter DP dilaksanakan secara maraton selama dua minggu oleh tim dokter dari berbagai disiplin medis. Hasil keterangan medis, dokter DP positif menderita kelainan jiwa.
“Tersangka diperiksa oleh tim yang terdiri psikolog, psikiater serta beberapa dokter lain. Hasilnya, dia dinyatakan mengidap kelainan kejiwaan,” jelas Kabidhumas saat diwawancara, Jumat siang (17/9).
Ditambahkan, Dokter DP diketahui mengalami kelainan jiwa akibat trauma psikologis saat masih kecil. Dia hidup di lingkungan keluarga yang kurang harmonis.
“Sehingga tersangka melampiaskan melalui nonton tayangan pornografi dan memperoleh kepuasan karena itu,” tambah Kombes M Iqbal.
Meski demikian, kondisi kejiwaan dokter DP tidak terlalu berdampak pada aktivitas normalnya. Tersangka dinyatakan bisa beraktivitas seperti kebanyakan orang.
“Keterangan dokter tentang kondisi kejiwaan itu yang beberapa waktu lalu diminta oleh tim kejaksaan. Rabu (15/9) kemarin, berkas sudah kami limpahkan kembali ke Kejari,” tambahnya.
Kombes M Iqbal menambahkan, kasus aksi tidak senonoh oknum dokter DP yang berujung mencampurkan makanan ke istri temannya itu merupakan kasus unik.
Menurut keterangan penyidik Ditkrimum, kasus seperti ini adalah yang pertama di Indonesia.
“Yurisprudensinya tidak ada. Rujukan dari kasus-kasus terdahulu tidak ditemukan. Jadi, kasus ini betul-betul yang pertama terjadi,” ungkapnya.
Maka dari itu, tambah Kabidhumas, penyidikan kasus ini dilakukan secara cermat agar penyidik tidak salah menerapkan pasal.
Sebagaimana diberitakan terdahulu, oknum dokter DP ditetapkan tersangka setelah dilaporkan oleh DW, istri temannya sesama mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di salah satu universitas di Semarang.
Pelapor beserta suami tinggal satu atap bersama DP dalam sebuah rumah kontrakan di kawasan Gajah Mungkur, Semarang.
DP dilaporkan ke Polda Jateng, setelah terpergok lewat rekaman iPad milik pelapor DW, melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke dalam makanan milik pelapor. Di depan penyidik dia mengaku telah melakukan aksi serupa tiga kali.
Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam pasal 281 ayat (1) KUHP, yaitu tentang kejahatan terhadap kesopanan.
Laporan : Suryadi
Sumber : Humas Polda Jateng
Tags: semarang
-
PLN Melalui Programnya, Dapat Mendukung Eksistensi Kelompok Adat Masyarakat Bonokeling
-
Kapolres Tanjabtim Dampingi Kapolda Jambi Baksos, Berikan 150 Paket Sembako Ke Warga Berbak Yang Terdampak Covid 19
-
Ringankan Beban Warganya, Pemdes Tirta Makmur Salurkan BLT DD Kepada 30 KPM
-
Gelar Jumat Curhat di Gowa, Wakapolda Sulsel Terima Aspirasi Warga Sekaligus Bagi-bagi Sembako
-
Wapres Terima Laporan Tiga Menteri Bahas Rencana Pembangunan Kristen Center di Papua
-
Jelang Malam Tahun Baru 2022, Menteri Basuki Cek Kesiapan Uji Coba Operasi Underpass Bulak Kapal, Bekasi Timur
-
Wapres Apresiasi Pendidikan Vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi Milik PT. Freeport Indonesia
-
Ukir Prestasi, Kapolres Mukomuko Apresiasi Kinerja Satres Narkoba
-
Polres Gowa Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Tahun 2023
-
Panglima TNI Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 30 Perwira Tinggi


